Header Ads

Tradisi Wiwitan Merupakan Ungkapan Syukur Para Petani Menjelang Panen Tiba

Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya, termasuk upacara adat.

Tradisi Wiwitan - Di  daratan Pulau Jawa, masyarakat tani selalu  mempersebahkan wiwitan jelang masa panen tiba. Tradisi leluhur turun temurun ini, biasa digelar sebagai rasa syukur atas  anugerah Tuhan Yang maha Kuasa.

Bagaiamana fakta sosial ini terus bertahan meski budaya luar terus menggempur zaman?

Tradisi wiwitan biasa digelar di areal persawahan yang sudah siap panen dengan dipimpin tetua di kampung tersebut yang biasa disebut 'mbah kaum'. Ritual ini digelar sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi sebagai 'sedulur sikepi', dan Dewi Sri (Dewi Padi) yang dipercaya telah melimpahkan rizki kepada para petani.

Jadi, wiwitan merupakan bentuk keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Tuhan menciptakan alam semesta dan menganugerahkannya kepada manusia. Untuk itu manusia bertugas untuk mengelolanya dengan baik. Dan sebagai ungkapan syukur, manusia mengembalikan sebagian nikmat yang telah diberikan dengan tasyakuran.

Wiwitan sendiri berasal dari kata wiwit yang dalam bahasa jawa berarti mulai. Karena itu upacara ini merupakan simbol waktu memulai panen padi yang diawali dengan aksi potong padi yang dilakukan oleh Mbah Kaum. Yang disebut bumi adalah sedulur sikep bagi orang Jawa karena bumi dianggap saudara manusia yang harus dihormati dan dijaga dilestarikannya untuk kehidupan.

Sebelum memotongan padi, dan menyantap bersama hidangan uborampe upacara, para petani berkumpul untuk berkarnaval  menuju areal persawahan. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa uborampe (perlengkapan) seperti ingkung ayam, jajan pasar dan tumpeng.

Orang tertua atau Mbah Kaum kemudian memulai prosesi dengan berdoa, lalu dilanjutkan memotong sebagian padi sebagai tanda padi sudah siap dipanen. Tetapi sebelum Mbah Kaum datang, petani sudah menyiapkan peralatan yang dipakai untuk tradisi wiwitan seperti kendil yang berisi air, ani-ani (alat untuk memotong padi), bunga mawar, menyan serta kain jarik untuk membungkus hasil padi yang sudah dipetik Mbah Kaum.

Setelah ritual selesai dilakukan, biasanya petani membagikan hidangan uborampe yang sudah disiapkan kepada warga sekitar. Makanan yang disajikan yaitu nasi gurih, ayam kampung, sayur nangka, krupuk, tahu tempe, teri, peyek serta jajan kecil, telur, thonto dan biasanya dibungkus dengan daun pisang atau daun jati.

Tak hanya petani, setiap warga boleh mengikuti tradisi wiwitan tersebut tanpa terkecuali dan memakan makanan yang sudah disiapkan bersama-sama. Karena itu, tradisi upacara adat wiwitan juga merupakan wujud menjalin hubungan silaturahmi warga satu dengan yang lain. [RN]

Penulis: Trubus Id

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.