Header Ads

Surga Tersembunyi di Balik Keindahan Telaga Dewi di puncak gunung Singgalang

Keindahan Telaga Dewi di puncak gunung Singgalang dapat benar-benar dinikmati pada saat cuaca cerah. Tiap sudut telaga nampak sangat memukau. Secara keseluruhan indah dan hening.

Wisata di Padang - Air telaga nampak berwarna sedikit kecoklatan. Namun ketika cuaca cerah begini, saat dipotret, permukaan telaga nampak berwarna biru, karena pantulan warna langit.

Di area sekitaran puncak gunung Singgalang ada dua telaga: Telaga Dewi dan Telaga Kumbang. Telaga Dewi yang paling besar dan paling umum didatangi pendaki. Sekeliling Telaga Dewi biasa dijadikan area mendirikan tenda para pendaki, kecuali bagian Utara.

Gunung Singgalang merupakan salah satu dari tiga gunung yang berdekatan sehingga biasa disebut Tri Arga: Marapi, Singgalang dan Tandikek. Marapi diantara yang paling umum didaki orang.

Sementara gunung Singgalang tidak terlalu banyak pendaki sekalipun di akhir minggu. Trek yang berat membuat orang berpikir dua kali untuk mendaki gunung ini, sekalipun pemandangannya sangat indah.

Sekalipun ketinggian gunung Singgalang "hanya" 2.877 mdpl, namun trek untuk mencapai puncak cukup berat. Tidak kalah berat dibandingkan trek pendakian gunung Kerinci, hanya saja jaraknya lebih dekat.

Mulai titik awal pendakian di Kenagarian Pandai Sikek, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat, para pendaki sudah dihadapkan pada tanjakan terjal dengan trek yang ditutupi rumput riang-riang atau Pimping (Themeda gigantea).

Bagi para pendaki dari luar kota, dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), akses untuk menuju Telaga Dewi di puncak gunung Singgalang dengan mengikuti jalan Padang-Bukittinggi. Banyak transportasi umum dengan ongkos sekitar Rp 20.000 dari Simpang Duku BIM.

Penulis: Sutomo Paguci

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.