Header Ads

Saur Matua Merupakan Tradisi Pemakaman Batak Toba di Sumatera Utara

Saur Matua merupakan ritual pemakaman yang diadakan oleh Suku Batak Toba di Sumatera Utara. Tidak semua orang dapat diupacarai dengan ritual ini. Biasanya upacara adat ini hanya dilakukan pada orang yang meninggal di usia sangat tua dan semua anaknya sudah kawin.

Budaya Batak - Dalam adat Batak, upacara adat bagi orang yang meninggal berbeda-beda sesuai dengan tingkat hagabeon dari orang yang bersangkutan. Hagabeon merupakan kehormatan karena lengkapnya keturunan.

Saur matua yang disebut juga dengan acara sampe tua dan sahat matua ini dilakukan pada orang yang meninggal dalam usia tua dan semua anaknya telah menikah dan memiliki keturunan. Ini berarti ia sudah memiliki cucu dari semua anak-anaknya.

Saur artinya lengkap atau sempurna. Orang yang telah meninggal dunia dianggap telah sempurna dalam kekerabatan karena telah memiliki anak dan cucu.

Menurut adat Batak, jika orang yang meninggal telah sempurna dalam kekerabatan maka acara adat penguburannya pun mesti dilaksanakan dengan sempurna yang disebut ulaon na gok (acara dengan adat penuh).

Untuk itu, anak dari orang yang meninggal yang mengadakan ritual pemakaman ini juga harus sudah melakukan adat pernikahan yang penuh (mangadati). Dalam upacara ini, keluarga mendiang akan mengurbankan seekor kerbau sebagai simbol sempurnanya kekerabatan.

Uniknya, tidak ada duka dalam upacara pemakaman ini. Saur Matua justru melambangkan suka. Ini terjadi karena orangtua mereka itu meninggal dalam usia yang sangat tua dan anak-anaknya sudah memiliki anak.

Orang yang telah meninggal dianggap telah berhasil membesarkan dan mendidik anak-anaknya sampai menikah. Ini berarti tugas hidupnya telah diselesaikan dengan baik.

Penulis: 1001 Indonesia

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.