Header Ads

Mengintip Keindahan Alam Tersembunyi di Hutan Belantara Tambrauw di Papua Barat

Selalu saja ada hal menarik untuk Anda eksplor ketika berada di Papua Barat. Tak hanya Raja Ampat. Di Papua Barat, Anda bisa singgah ke Tambrauw. Tak hanya menawarkan keindahan alam pegunungan dan pantai. Tambrauw juga memiliki daya pikat yang tersembunyi di balik hutannya.

Potensi Wisata Papua Barat - Pengalaman wisata yang dijanjikan Papua Barat sungguh berbeda dengan wisata di tempat lain. Keindahan Bumi Cendrawasih bisa membuat siapa saja jatuh hati.

Perjalanan yang dilalui menuju Papua Barat tidak mudah. Untuk mencapai ke sini, wisatawan harus melalui perjalanan udara selama kurang lebih empat jam dari Jakarta. Jarak tempuhnya tentu akan berbeda, bergantung lokasi asal yang dipilih. Selanjutnya, perjalanan darat yang ditempuh dari satu lokasi ke lokasi lain cukup jauh, pun belokan tajam dan jalan bebatuan masih banyak ditemui.

Dibutuhkan fisik dan kendaraan yang prima untuk melewatinya.
Salah satu daya tarik Papua Barat terletak pada hutannya yang magis. Seolah hutan lebat tersebut menyimpan berbagai kejutan bagi para pelintas dengan begitu cantiknya.  Siapa sangka, jauh di dalam rimbunan pohon dan medan tanah yang cukup rumit dilewati, tersimpan dua pesona wisata yang luar biasa. Kita bisa menyebutnya kekayaan terberi bagi bumi Papua Barat yang kaya.

Dua pesona yang dimaksud adalah Burung Cendrawasih yang berada di spot pengamatan Hutan Vicirie, Distrik Miyah dan Hutan Nunggou di Distrik Sausapor dan Tank peninggalan Perang Dunia II yang terletak di Distrik Bikar.

Pengamatan  Burung Cendrawasih
Mengamati Burung Cendrawasih di bumi asalnya merupakan sebuah pengalaman berharga. Untuk memasuki area pengamatan Burung Cendrawasih, wisatawan harus menyusuri jalan hutan selama kurang lebih 40 menit, setelah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki memasuki Hutan Nonggou di Distrik Miyah. Harga tiketnya yakni Rp 150.000 per orang, sementara harga jasa guide lokal Rp 150.000 untuk empat orang.

Seorang warga lokal menunjukan sebuah jalan di mulut hutan sebagai petapakan menuju lokasi persembunyian untuk melihat cendrawasih.  Jalan tersebut merupakan jalan yang dibuat warga lokal dengan menyusun dahan dan akar di tanah sehingga membentuk jalan berundak. Panjang jalan yang ditempuh sekitar 300 meter dengan keadaan jalan menanjak yang cukup curam, mencapai 45 derajat.

Berbeda, jika wisatawan berkunjung ke Hutan Vicirie di Miyah, lokasi persembunyian untuk melihat cenderawasih ditempuh dengan waktu yang lebih singkat. Jarak tempuh dari tempat parkir mobil ke lokasi persembunyian hanya 100 meter dengan jalan yang cenderung landai. Untuk harga tiket, sama dengan harga tiket di Distrik Sausapor.

Lokasi persembunyian bagi yang ingin berkegiatan pengamatan burung, dibuat berupa pohon kering dan hijau yang disusun rapi menyerupai pohon liar, di sela – sela daun hijau itulah yang menjadi tempat pengamatan burung.

Baik di Miyah maupun Sausapor, ada aturan tidak tertulis bagi wisatawan yang mau melihat langsung keindahan Burung Cendrawasih. Sebaiknya wisatawan datang pada waktu pagi buta, pada saat itu kemungkinan untuk melihat burung lebih banyak. Selain itu, wisatawan harus menjaga ketenangan karena suara bising dan ribut bisa menganggu ketenangan burung sehingga enggan datang.

Berpakaian gelap serta tidak memakai wewangian merupakan syarat berikutnya. Setelah itu, kesabaran pun dibutuhkan. Para wisatawan harus menunggu beberapa saat sampai si cantik Cendrawasih tersebut muncul. Kadang mereka hanya melintas, kadang hinggap cukup lama di dahan pohon sehingga bisa diabadikan melalui lensa kamera. Tidak perlu takut merasa bosan karena harus menunggu dalam diam, suara merdu Burung Cendrawasih dan burung lainnya yang terdengar bersautan dari kejauhan juga cukup menghibur.

Tidak disangka suaranya begitu beragam, suara yang terdengar mulai dari suara khas burung hingga suara mirip monyet. Semuanya menjadi suara nyanyian alam yang merdu dan sayang jika dilewatkan.

Pengamatan ini menjadi menarik karena kesempatan untuk melihat Burung Cendrawasih tidak selalu ada. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat belasan ekor Cendrawasih yang sedang bermain – main. Namun bila belum beruntung, hanya ada beberapa ekor yang melintas.

Tank Peninggalan Perang Dunia II
Berbelok sedikit, wisatawan bisa menikmati wisata sejarah. Wisatawan dapat diantar warga lokal melalui jalan satu-satunya untuk mencapai lokasi Tank Peninggalan PD II di Distrik Bikar. Namun, jalan yang ditempuh kali ini cukup rata sehingga perjalanan tersebut tidak terasa lama.

Di antara hutan rimbun tersebutlah ditemukan beberapa tank yang teronggok berbalut rerumputan akar dan tumbuhan liar. Tank yang ditemukan tersebut diperkirakan berjenis amfibi dan artileri. Meski tampilannya sudah banyak karat, namun masih utuh. Roda dan rantai yang melekat pada tank pun tak terlepas dari tempatnya. Beberapa bagian sengaja dirusak agar tank tidak bisa digunakan lagi.

Konon, tank tersebut merupakan peninggalan Perang Dunia II di mana di dalamnya terdapat peran tentara Amerika yang membantu penduduk pribumi untuk menyerang pasukan perang Jepang. Tank tersebut adalah milik musuh yang sengaja disembunyikan warga jauh di dalam hutan agar mereka tidak lagi melakukan peyerangan.

Taktik yang digunakan berhasil, dengan hilangnya tank milik musuh, maka kekuatannya untuk menyerang pun berkurang. Meski begitu, tank tersebut tidak dirusak, hanya dibiarkan begitu saja di dalam hutan. Dulu, tank yang teronggok seperti ini juga banyak ditemui dipinggir pantai. Namun, tank tersebut banyak dipereteli warga, beberapa bagian besinya diambil baik untuk dijual atau dimanfaatkan.

Tank bisa ditemukan di tiga area. Dua area berdekatan dan hanya berjarak sekitar 50 meter, sementara satu area berjarak cukup jauh diperlukan waktu tempuh seharian penuh untuk mencapai lokasi tersebut, bahkan katanya dilokasi tersebut juga ada peninggalan bangkai Helikopter. Kebanyakan wisatawan hanya mengunjungi dua lokasi pertama, mengingat jarak yang cukup jauh untuk menuju lokasi yag ketiga.

Melihat potensi wisata ini, Pemda setempat pun mendorong masyarakat sekitar untuk ikut mengelola dua lokasi wisata ini. Selain itu, potesi wisata Tambrauw pun akan dipetakan secara baik sehingga potensi wisata Tambrauw bisa disajikan dengan baik dan menarik.

Penulis: Vien Dimyati | Inews

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.