Header Ads

Danau Nes 12 Merupakan Wisata Unik Bekas Kegiatan Pertambangan

Kenapa Danau (nge)Nes 12? Nama Nes 12 adalah nama lokasi dari sebuah pertambangan yang terletak sekitar 90 Km dari Kota Banjarmasin. Dan (nge) adalah imbuhan kalimat yang terdiri dari 3 huruf. #Okelupakan.

Wisata Alam Kalimantan Selatan - Danau Nes 12 merupakan tempat wisata baru yang sedang ramai di Kalimantan Selatan. Bahkan sebuah acara Tv yang sering ngexplore Indonesiapun sudah meliput Danau bekas Tambang ini. Membuat Danau Nes 12 selalu ramai setiap Weekend.

Meskipun Danau Nes 12 bekas galian pertambangan yang sangat luas memanjang juga dalam kemudian air hujan menyatu dengan kadar asam bekas tambang sehingga menampung air yang menjadikannya warna biru.

Danau Nes 12 terletak di Binuang, Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Indonesia, Menuju Binuang dari Bandara Syamsudin noor  dapat menghabiskan waktu kurang lebih 2-3 jam perjalanan bisa menggunakan "Taksi Kol" atau mobil yang biasa beroperasi dari Banjarmasin ke Hulu Sungai.

Setelah sampai di daerah Binuang, carilah Pasar Binuang, Pasarnya di pinggir jalan aja kok, Setelah ketemu Pasar Binuang belok Kanan (menuju Wisata Gua Batu Hapu) jalan lurus saja sampai ketemu pertigaan (lurus: Danau Nes 12, belok kanan : Wisata Gua Batu Hapu) masih tetap lurus selanjutnya akan melewati daerah pertambangan dan lihat kanan kiri maka akan melihat Danau Biru.

Bekas pertambangan seperti gunung-gunung kecil 
Kegiatan orang-orang yang mendatangi Danau ini bermacam-macam, ada yang hanya berfoto dan selfie dikeindahan alam buatan, bahkan ada yang berenang.

Meskipun ramai dengan pengunjungnya tetapi Danau ini setau saya tidak pernah dijadikan untuk berkemah. Mungkin karena kurang cocok untuk dijadikan tempat menikmati api unggun dan taburan bintang malam. Namun danau ini sangat instragamble.

Waktu yang tepat untuk pergi ke Danau Nes 12 adalah sore hari sambil menikmati sunsetnya Danau Nes 12.

Semoga Danau Nes 12 menjadi bucket list anda apabila sedang berkunjung ke Kalimantan Selatan. 

Penulis: Muhammad Maulana
Diberdayakan oleh Blogger.