Header Ads

5 Air Terjun Terbaik di Kabupaten Sumba Yang Layak Untuk Di Kunjungi

Nama Sumba belakangan ini semakin melejit karena kontur alam yang dimilikinya. Tidak salah lagi, wilayah yang satu ini akan amat terkenal dalam beberapa tahun ke depan.

Wisata Alam Sumba - Selain dianugerahi pantai yang indah, Sumba juga memiliki nama-nama air terjun yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Air Terjun Lapopu
Terletak di Katikutana Selatan, Sumba Tengah dinobatkan sebagai air terjun tertinggi di Sumba. Daya tarik air terjun terletak di bebatuan bertingkat dan berundak mulai dari puncak hingga bagian dasar. Warna airnya begitu jernih. Sangking jernihnya sekilas terlihat seperti kristal. Untuk sampai ke sini, kalian harus berkendara kira-kira 20 menit dari Kota Waikabubak.

Air Terjun Matayangu
Sebagian pengunjung menyebutnya sebagai blue waterfall karena warna airnya yang begitu jernih. Saat matahari sedang terik, warna air terjun sekilas berubah menjadi warna keunguan. Sampai ke lokasi air terjun membutuhkan waktu yang lumayan lama. Setelah 20 menit berkendara dari Anakalang, kamu harus lanjut trekking lagi sekitar satu jam menuju Matayangu.

Air Terjun Wai Marang
Bentuknya mirip seperti gua karena dikelilingi oleh dinding batu berlumut hijau. Di sekitar air terjun terdapat pula pepohonan rindang, sehingga kawasannya tampak sedikit menyeramkan. Agar bisa sampai ke tujuan, kamu harus trekking lagi melewati hutan yang lebat. Rasa lelahmu akan terbayar kan saat air terjun berada di depan mata.

Air Terjun Tanggedu
Dikenal sebagai Grand Canyon yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur. Kejernihan air ditambah undakan berwarna kecokelatan tampak sangat menyatu, jadi pas dijadikan background untuk berfoto. Air terjun dapat dicapai setelah menempuh perjalanan kira-kira 1,5 jam dari Kota Waingapu. Lumayan lama juga, ya.

Air Terjun Kolam Jodoh Lewa
Disebut juga sebagai Air Terjun Pandjilu Watu. Meskipun air terjun ini kalah populer dengan Tanggedu dan air terjun lain, tapi dalam beberapa waktu ke depan Jodoh Lewa juga bakal sama populernya dengan yang lain. Jaraknya cukup jauh sekitar 65 km dari Kota Waingapu. Selama di perjalanan, kamu juga harus melewati jalan berlubang yang dipenuhi batu dan kerikil.

Penulis: Dzulfikar | Reservasi
Diberdayakan oleh Blogger.