Header Ads

Inilah 5 Destinasi Wisata Alam Dunia Yang Wajib Anda Kunjungi

Eco-tourism telah menjadi konsep yang ramai diperbincangkan selama beberapa tahun belakangan. Walaupun sebagian orang menganggapnya tak lebih dari sekadar strategi marketing mewah, namun tren terhadap eco-tourism tak pudar sejak tahun 2015, yang dapat diketahui dari banyaknya wisatawan yang memesan hostel, hotel, hingga resort ramah lingkungan.

Destinasi Eco Tourism - Ketertarikan akan konsep wisata alam dan pariwisata yang berkelanjutan diperkirakan terus berkembang tahun ini, khususnya ketika isu perubahan iklim terus menjadi perhatian. Jika Anda penggemar atau ingin mencoba eco-tourism, berikut adalah beberapa destinasi untuk Anda pilih.

Laos
Dua puluh tahun lalu, popularitas Laos sebagai destinasi traveling dunia sangat rendah. Namun sejak tahun 90an, industri pariwisata terus berkembang, dari jumlah wisatawan di bawah 100.000 per tahun, melesat mencapai hampir 2 juta wisatawan per tahun. Meski kemajuan ini menumbuhkan kekhawatiran akan eksploitasi pembangunan dan daerah pariwisata, namun Laos telah mengembangkan konsep eco-tourism yang kuat.

Luang Namtha adalah salah satu area terbaik bagi para eco-traveler yang menginginkan sebuah perjalanan dengan konsep berkelanjutan: desa setempat mendapatkan penghasilan tambahan lewat penawaran trekking dan rafting di wilayah sekitar Kawasan Lindung Nam Ha dan Sungai Namtha yang kaya akan keanekaragaman hayati, yang mendorong pelestarian lingkungan sebagai daya tarik. Dan karenanya, banyak eco-traveler menganggap eco-tourism di Laos cocok dengan slogannya: Simply Beautiful.

Selandia Baru
Selandia Baru adalah surga bagi para wisatawan yang haus akan petualangan; alam liar dan lanskap curam yang menawarkan kesempatan untuk melakukan aktivitas outdoor yang menantang, mulai dari trekking, mendaki gunung, skydiving, selancar, hingga menyelam. Negara ini telah mengembangkan beragam lintasan untuk berjalan dan hiking, seperti Milford Track dan Milford Track.

Mengingat bahwa fokus pariwisata adalah lingkungan alaminya, Selandia Baru juga tak melupakan tanggung jawab mereka untuk melindungi aset berharga ini, dengan berkomiten untuk menjadi negara yang bebas jejak karbon dan mengenalkan diri sebagai nergara yang “bersih, hijau” bagi para petualang.

Norwegia
Negara yang unggul dalam perkembangan industri eco-tourism di Eropa adalah Norwegia. Hingga saat ini, keindahan alam adalah salah satu pesona terbaik Norwegia, khususnya gunung-gunung curam yang tertutup salju dan ribuan fjord (celah sempit semacam teluk di pantai yang berasal dari lelehan gletser, biasanya berada di daerah pegunungan curam dan berbatu) dengan pemandangan menakjubkan.

Untuk memastikan sehatnya lingkungan menyebar ke sektor industri pariwisata, Norwegia juga telah mengimplementasikan kebijakan seputar pelestarian lingkungan serta sektor lainnya. Baik ikut tur kapal menikmati keindahan fjord atau bersepeda menyusuri jajaran gunung bersalju, keduanya terdengar sempurna!

Kenya
Pariwisata Kenya telah menjadi daya tarik karena keindahan alamnya; selama beberapa tahun belakangan, banyak wisatawan yang tertarik pada wisata pantai dan berbagai taman permainan, seperti Taman Nasional Tsavo yang membentang dari timur ke barat. Negara ini memiliki 19 taman nasional dan taman permainan, yaitu the Great Rift Valley dan pemandangan menakjubakan Gunung Kilimanjaro.

Terkenal dengan savanna-nya, Kenya masih menjadi yang terdepan dalam wisata safari. Namun Anda juga dapat melihat terumbu karang di pantai, juga hutan hujan dan gurun. Kebanyakan dari penyedia layanan safari kini menawarkan pilihan yang ramah lingkungan, yang hampir semuanya memastikan bahwa mereka akan menyalurkannya kepada penduduk lokal, dan terus mengusahakan industri pariwisata yang berkelanjutan.

Maladewa 
Terletak di Samuderan Hindia, Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan 26 atol (pulau koral yang mengelilingi laguna), yang keberadaannya terancam oleh naiknya permukaan air laut. Karena hal inilah, negara ini mengembangkan dan mengimplementasikan konsep industri hijau, termasuk eco-tourism. Pemerintah setempat berkomitmen untuk menjadikan Maladewa sebagai negara bebas jejak karbon tahun 2019.

Daya tarik wisata Maladewa adalah murni keindahan alamnya, termasuk kesempatan untuk diving kedalaman laut biru, Maladewa seringkali dipromosikan sebagai destinasi wisata tropis, sehingga pantai pasir putih dan aktivitas seperti surfing dan scuba diving sangat digemari. Target dari kebijakan pemerintah adalah mengurangi kerusakan pada terumbu karang dan membuat peraturan ketat terhadap pembuangan limbah, di mana banyak resort di sana berfokus pada pendayagunaan energi yang terbuang serta mendaur ulang energi panas.

Untuk bisa menikmati semua keindahan alam lewat eco-tourism dan gaya hidup ramah lingkungan di beberapa negara seperti yang disebutkan di atas sangatlah mungkin. Dan untuk memastikan Anda dapat terus menikmati kemewahan ini, dibutuhkan perencanaan keuangan bagi masa depan, sehingga Anda dapat menikmati hidup tanpa rasa khawatir.

Penulis: DBS Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.