Header Ads

Wisata Unik Agrowisata Petik Buah Labu Madu di Purbalingga

Purbalingga Jawa Tengah sudah beberapa lama dikenal sebagai daerah yang menawarkan destinasi wisata petik buah. Saat ini mereka malah mempunyai lokasi wisata petik buah baru yaitu agrowisata petik buah labu madu atau nama latinnya cucurbita moschata. 

Wisata Purbalingga - Agrowisata yang berlokasi di Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari ini dikelola oleh Kelompok Tani Bangkit Lestari.

“Di beberapa daerah di Purbalingga terdapat wisata petik buah jambu, petik stroberi, kami ingin mencoba mengembangkan agrowisata petik buah labu madu. Nantinya, dengan bentui yang unik dan belum banyak ditanam petani sehingga sangat menarik untuk dikelola sebagai agrowisata baru di Purbalingga,” ujar Bambang Nuryono, salah seorang pengurus Kelompok Tani Bangkit Lestari, Selasa (30/5) Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga.

Ia pun menuturkan jika buah labu madu yang dikenal dengan sebutan “pumkins butternut” atau “butternut squash” mempunyai bentuk seperti kacang tanah dengan ukuran besar.

“Labu ini memiliki rasa yang manis dengan tekstur lembut serta mengandung serat yang tinggi, antioksidan, beta-carotene, vitamin A, dan vitamin B kompleks. Labu juga diyakini sangat baik sebagai pendamping air susu ibu untuk bayi,” katanya.

Tingkat kemanisan dari buah labu madu ini akan meningkat setelah disimpan minimal dua bulan. Daya simpan buah juga bisa mencapai enam bulan.

“Desa Pakuncen berada dekat dengan Desa Wisata Limbasari yang dikenal dengan kampung batiknya, hal ini memungkinkan untuk mengembangkan potensi agrowisata petik buah labu madu,” ujarnya.

Selain itu juga, Desa Pakuncen juga merupakan hulu Sungai Klawing yang sering digunakan untuk arum jeram. Prasarana jalan juga sangat mendukung untuk mencapai ke kebun dan memiliki tempat parker luas karea dekat dengan lapangan sepak bola.

Namun, pria yang akrab dipanggil dengan nama Yoyon itu mengaku belum menyiapkan harga paket untuk agrowisata petik buah labu madu.

“Kelompok tani masih sebatas menjual dengan harga berkisar Rp 20 ribu per kilogram, meskipun harga jual di toko-toko modern Jakarta berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. Bagi pengunjung yang ingin mengambil foto, kami tidak melarangnya. Selain buah labu madu, kami juga mengembangkan tanaman hortikultura lain seperti melon hijau dan melon kuning,” katanya.

Penulis: Indah Purwati | Akurat
Diberdayakan oleh Blogger.