Header Ads

Wih Tansaran Seribu Merupakan Pesona Wisata Tersembunyi Di Samar Kilang

Wih Tansaran Seribu, merupakan salah satu anugrah illahi terhadap alam yang keindahannya tiada tara. Bentukan lubang-lubang kecil  sepanjang oleh tetesan maupun aliran anak sungai yang berasal dari rerimbunan hutan belantara,menambah panorama alam yang begitu indah ketika sepanjang mata memandangnya.

Pesona Alam Bener Meriah - Gemercik air yang jernih dan keindahan ikannya yang menari-nari ditambah dengan suara-suara hewan hutan yang bertalu-lau mengartikan dilingkungan tersebut alamnya masih bersahabat, apalagi masih terdapat beberapa jenis hewan yang berbisa, mereka saling menghormati satu sama lainnya.

Mendengar informasi masyarakat setempat, tim ekspedisi yang langsung dipimpin oleh Camat Samar Kilang Kamaruddin, BA, mencoba menelusiri kawasan Wih Tansaran Seribu yang terletak dalam wilayah kerjanya tersebut. Berbekal dengan niat dan tekad yang bulat, akhirnya Kamaruddin dan beberapa stafnya tiba ditempat objek wisata terindah di kawasan Samar Kilang selain objek wisata Tansaran Bidin.

Keindahan alam yang begitu indah tersebut tidak disia-siakan sang Camat yang secara kebetulan saat itu sedang merekam video untuk merampungkan album lagu yang kesekian kalinya telah diterbitkan.

“Saya mengabadikan keindahan aliran sungai Wih Tansaran Seribu, untuk album lagu yang akan terbit dengan judul Melas,” ucap Kamaruddin yang juga seorang produser lagu-lagu hit tanoh Gayo.

Keindahan Wih Tansaran Seribu juga diakui oleh Mawardi, salah seorang pegawai Kantor Camat Syiah Utama, menurutnya untuk menempuh kawasan tersebut memakan waktu sehari semalam dari ibukota kecamatan Syiah Utama dengan menggunakan bot dan jalan kaki.

“Menuju aliran wih Tansaran Seribu, kita jalan kaki sejauh beberapa kilometer, kemudian baru menurun menelusuri aliran sungai ditengah hutan belantara tersebut,” jelasnya.


Disinggung apakah ada terdapat batu mulia (giok) di kawasan tersebut, Mawardi mengatakan pada saat itu mereka berniat hanya untuk melihat kondisi objek dan mengabadikannya dalam video sebuah lagu.

“Kalaupun ada kami tidak menyentuhnya,” ucap Mawar. Untuk masuk ke kawasan tersebut harus dengan hati yang bersih dan niat yang baik, demikian Mawardi menimpali.

Penulis: Rahman | Lintas Gayo
Diberdayakan oleh Blogger.