Header Ads

7 Lokasi Wisata Keluarga Di Akhir Tahun, Dijamin Tidak Macet

Libur panjang Natal dan Tahun Baru selalu identik dengan tempat wisata yang penuh sesak. Kalau pengennya liburan tapi malah desak-desakan dengan pengunjung, apa enaknya ya. Alamat bikin makin bete, ya kan?

Liburan Akhir Tahun - Salah satu tips untuk menghindarinya, jangan pilih destinasi mainstream yang sudah banyak dituju. Sebut saja Pantai Ancol, Dufan, Jatim Park, atau berbagai macam water park.

Luangkan sedikit waktu dan biaya untuk pergi ke tempat-tempat yang jarang terjamah wisatawan seperti 7 tempat di bawah ini. Dijamin liburanmu bakal jadi spesial dan nyaman!

#Danau Kaco
Dalam bahasa Indonesia, "kaco" berarti "kaca". Dinamai demikian karena permukaan danau berwarna biru yang sangat jernih nyaris seperti kaca.

Danau ini berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan situs warisan UNESCO. Letaknya di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Jambi. Untuk menuju ke sana memang butuh perjuangan ekstra. Kamu harus menempuh perjalanan sekitar 10 jam dari Jambi.

Perkumpulan Bumi Merangin
Hijaunya pepohonan di sekitar danau membuat perbedaan warna yang kontras. Hal tersebut justru memperindah pesona tempat ini. Luasnya hanya sekitar 30x30 meter.

Meski demikian, kita bisa menemukan ribuan ikan kerinci di sini. Tapi ikan tersebut bukan untuk ditangkap, ya. Kamu bisa dikenai hukuman adat sekitar kalau nekat menangkapnya.

Uniknya lagi, air yang ada di danau ini akan menyala dalam kegelapan, terutama saat bulan purnama datang. Worth it banget, guys!

#Teluk Kiluan
Sebenarnya, nama Teluk Kilauan tak asing bagi di kalangan traveler. Hanya saja, loakasinya berada di area yang sepi dan terpencil. Suasananya pun masih tenang. Cocok untuk kamu yang ingin berlibur di tempat yang tak terlalu ramai, apalagi saat musim liburan.

Serunya lagi, kamu bisa bertemu dengan banyak lumba-lumba jenis paruh panjang dan hidung botol di sini. Koloni lumba-lumba di Teluk Kiluan disebut yang terbanyak di dunia.  Jadi, kamu akan sering melihat mereka melompat beriringan dengan perahumu. Seru banget, ya?

Teluk Kilauan berada di pesisir Lampung, tepatnya di Desa Kiluan Negeri, Kelumbayan, Tenggamus, Lampung Selatan. Untuk menuju ke sana, kamu harus menempuh perjalanan selama 12 jam berkendara dari Jakarta, atau 3-4 jam dari kota Lampung.

#Desa Candirejo
Lokasi Candirejo dekat dengan Borobudur. Kalau kamu berangkat dari Yogyakarta, kamu akan menempuk perjalanan sekitar 40 kilometer. Kamu bisa menggunakan bus dari terminal Umbulharjo menuju terminal Borobudur.

Desa ini masih sangat asri dan belum tersentuh pembangunan. Kamu akan merasakan adat Jawa yang kental.

Tersedia berbagai jenis kerajinan tangan yang bisa kamu jadikan oleh-oleh. Di antaranya seperti tikar, tas, tatakan gelas, lukisan, dan sebagainya. Rata-rata benda tersebut diproduksi warga desa secara langsung.

#Taman Nusa, Bali
Kalau mendengar kata Bali, pasti yang terpikir langsung wisata pantainya. Memang indah sih, tapi sekali-kali kamu harus mencoba wisata anti mainstream di Bali, misalnya seperti Taman Nusa.

Tempat ini memiliki miniatur rumah-rumah adat seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), walau tak mirip secara keseluruhan.

Dengan luas sekitar 15 hektare, Taman Nusa dikelilingi pegunungan, hutan, sungai, sawah, dan jurang. Diharapkan, Taman Nusa bisa memperkenalkan sejarah, adat, dan budaya kepada wisatawan terutama dari mancanegara, mengingat Bali merupakan destinasi wisata favorit turis asing. Lokasinya berada di Desa Sidan, Gianyar, Bali.

#Kayu Aro
Perkebunan teh yang berada di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, ini merupakan yang tertua di Indonesia. Usianya mencapai ratusan tahun dan masih aktif hingga sekarang.

Kayu Aro dinobatkan sebagai kebun teh kedua setelah Teh Darjeeling, India, dengan luas 2.500 hektare dan berada di ketinggian 1600 mdpl.

Kayu Aro adalah perkebunan penghasil teh hitam atau orthodox yang pengelolahannya masih konvensional alias belum memakai teknik modern. Jadi, teh yang kamu minum dipastikan tak ada tambahan bahan kimianya seprti perisa dan pengawet. Waktu tempuh dari Kota Padang ke Kayu Aro sekitar 7 jam perjalanan, dengan jarak sekitar 300 kilometer.

#Suaka Marga Satwa Kerumutan
Suka berpetualang di alam bebas? Suaka Marga Satwa Kerumutan Riau bisa jadi alternatif wisata kamu saat Natal dan Tahun Baru nih. Tempat ini dibagi menjadi tiga kawasan yang membentang hingga Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu.

Kerumutan Riau
Pertama, ada kawasan inti seluas lebih dari 93 ribu hektare. Kedua adalah kawasan lindung gambut seluas sekitar 52 ribu hektare lebih. Ketiga, kawasan intervensi dengan luas 1,1 juta hektare yang menjadi tempat penyelamatan ekosistem rawa gambut.

Selain hutan gambut, yang menjadi daya tarik lainnya adalah beragam jenis fauna langka. Di antaranya seperti harimau Sumatera, buaya sinyulong, monyet ekor panjang, burung enggang, dan lain-lain.

Hutan ini ditetapkan sebagai IBA (Important Bird Area) dan EBA (endangered bird area), karena dijadikan tempat singgah bagi burung-burung yang akan bermigrasi.

#Pulau Tikus
Dinamai Pulau Tikus bukan karena banyak tikusnya, ya. Mungkin karena luas pulaunya yang hanya dua hektare. Sangat kecil memang, tapi justru kamu bisa menemukan pengalaman luar biasa di sini.

Kalau beruntung, kamu bakal menemukan fenomena penyu sisik dan penyu hijau bertelur. Tapi jangan sampai mengganggu atau bahkan merusaknya, ya.

Pulau Tikus terletak di sebelah barat Kota Bengkulu sekitar 10 kilometer. Untuk menuju ke sini, kamu harus melalui jalur laut bisa menggunakan speed boat selama 45 menit atau kapal nelayan.

Perjalanan dengan kapal nelayan biayanya lebih murah, meski waktu tempuhnya lebih lama yakni satu jam. Ombak di sini cenderung tenang, sehingga aman digunakan untuk berenang atau memancing.

Penulis: Putriana Cahya | IDN Times
Diberdayakan oleh Blogger.