Header Ads

Gua Jomblang Merupakan Cahaya Surga Dari Perut Bumi

Ngerinya bergelantungan pada seutas tali untuk mencapai dasar Gua Jomblang serta petualangan menyusuri lorong gua yang lembab dan gelap akan segera terlupa begitu mencapai Luweng Grubug. Jutaan partikel cahaya serupa pilar yang menerobos dari angkasa menjadi jawaban atas semua pencarian.


Pesona Indonesia - Kamu tak harus meninggal lebih dulu untuk melihat cahaya surga. Selorohan yang dilontarkan dedengkot caver Indonesia, Cahyo Alkantana ini memang benar adanya dan bukan sekadar isapan jempol. Cukup datang ke Gua Jomblang, maka kamu akan dibuat takjub dengan sekumpulan cahaya indah nan menerobos masuk hingga perut bumi. Sebenarnya ini hanyalah fenomena ray of light biasa, namun lokasinya yang di kedalaman 90 meter dari permukaan tanah membuat pemandangan ini begitu menakjubkan.

Gua Jomblang merupakan salah satu dari ratusan bahkan mungkin ribuan gua yang ada di kawasan karst Gunung Sewu. Gua ini terbentuk dari proses geologi amblesnya tanah di atas beserta vegetasinya (collapse doline) pada ribuan tahun yang lalu. Vegetasi yang ikut ambles ke dasar gua terus tumbuh dengan subur dan kini dikenal dengan nama hutan purba karena jenis tanamannya sangat berbeda dengan tanaman yang ada di permukaan tanah.


Sejak Kawasan Gunung Sewu ditetapkan oleh UNESCO sebagai anggota baru Global Geopark Network pada September 2015, Gua Jomblang pun ditunjuk menjadi icon geopark dunia ini. Posisinya sama dengan Langkawi di Malaysia atau Pulau Jeju di Korea. Namun jauh sebelum itu, eksotisme Gua Jomblang sudah dikenal hingga mancanegara. Hal itu dibuktikan dengan dipilihnya gua ini sebagai lokasi syuting Amazing Race Amerika pada tahun 2011.

Jomblang merupakan gua vertikal dengan mulut gua berbentuk sumuran. Siapa pun yang ingin masuk ke dalamnya serta menikmati pesonanya harus menuruni gua menggunakan seutas tali. Eits, tapi ini bukan tali sembarang tali, melainkan tali kernmantle alias tali khusus yang digunakan untuk aktivitas caving maupun panjat tebing. Meski talinya berukuran kecil, tali ini mampu menopang beban hingga ratusan kilo. Jadi meski tubuhmu tambun, kamu tak perlu takut saat bergelantungan di tali ini.

Believe on your rope!
Untuk menyaksikan “cahaya surga” yang melegenda itu kamu harus melanjutkan perjalanan memasuki chamber raksasa yang dipenuhi lumpur saat musim penghujan. Di chamber ini terdapat lorong gelap sepanjang 300 meter yang menghubungkan dengan Gua Grubug. Nah, cahaya surga akan kamu temui di ujung lorong ini. Pastikan kamu datang pada saat yang pas. Sebab jika sudah terlalu siang pendar cahaya tersebut sudah tidak berbentuk pilar lagi melainkan menyebar dan akhirnya menghilang.

Entrance Gua Jomblang
Jika kamu mengikuti paket wisata. jalur ini lah yang akan kamu lewati untuk masuk ke dalam Gua Jomblang. Biasanya para wisatawan di kerek oleh beberapa guide/menggunakan hauling system dengan jumlah maksimal 2 orang.

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Gua Jomblang

Caving
Namanya saja gua, jadi aktivitas utama yang kamu lakukan di tempat ini adalah caving. Ada beberapa jalur untuk masuk ke Gua Jomblang. Ketinggian jalur tersebut bervariasi mulai dari 40 – 80 meter. Salah satu jalur yang paling sering digunakan adalah jalur VIP. Jalur ini terbagi menjadi 2 tipe, 15 meter pertama berupa slope yang bisa ditapaki dengan kaki, 20 meter selanjutnya menuruni lintasan tali. Khusus caver yang sudah terlatik mereka biasanya akan masuk dari Gua Grubug dengan litasan setinggi 90 meter. Setelah sampai di dasar Jomblang, kamu harus trekking di lorong gua yang lembab dan gelap sejauh 300 meter untuk bertemu dengan cahaya surga yang kamu cari. Tapi percayalah, semua lelahmu ini akan terbayar lunas ketika kamu berjumpa dengan cahaya.

Rapelling & SRT-an
Mau nggak mau, suka nggak suka, bisa nggak bisa, kamu tetap harus melakukan rapelling jika ingin masuk ke Jomblang. Percayalah, meski terlihat menakutkan, tapi aktivitas bergelantungan pada seutas tali di ketinggian puluhan meter dari permukaan tanah akan menjadi pengalaman yang tak terlupa. Selama kamu memakai peralatan lengkap dan sesuai standar keselataman, maka kamu tak perlu khawatir. Saat naik pun kamu harus menggunakan teknik SRT alias single rope technique. Jika kamu baru pertama kalinya berkenalan dengan tali dan alat-alat caving ini kamu tak perlu khawatir!

Instruktur akan mengajarimu cara penggunaannya. Biasanya sebelum caving dimulai juga akan ada kursus kilat SRT-an. Namun jika pengunjung berjumlah banyak atau semuanya masih awam dalam dunia caving maka akan digunakan teknik hauling. Kamu cukup duduk manis di sit harnest-mu, dan orang-orang akan menarikmu dari atas.

Hunting Foto
Gua Jomblang merupakan tempat yang seru untuk hunting foto. Nyaris setiap sisi gua ini memiliki sudut yang menarik untuk diabadikan dalam gambar. Mulai dari saat menuruni gua, kamu bisa mengambil gambar orang-orang yang bergelantungan pada tali. Jika kamu memiliki nyali dna bisa menjaga kameramu dengan baik, kamu pun bisa mengabadikan gua dari ketinggian sambil rappelling. Tapi pastikan keselamatanmu lebih dulu ya! Deretan tanaman yang tumbuh rapat di dasar Jomblang juga menarik diabadikan, terlebih jika kamu anak biologi atau botani. Tanaman-tanaman ini memiliki jenis yang sangat berbeda dengan tanaman di atas sehingga hutan ini disebut dengan hutan purba. Gong dari semuanya adalah pemandangan di Luweng Grubug. Dengan bantuan penerangan ray of light, maka kamu bisa menghasilkan gambar-gambar yang sempurna.

Lokasi dan Akses Gua Jomblang
Gua Jomblang terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Lokasinya tak jauh dari obyek wisata Kalisuci. Dari Jogja gua ini bisa dicapai sekitar 1,5 jam perjalanan mengikuti rute Jogja – Jl. Wonosari – Piyungan – Patuk – Wonosari – Semanu – Pacarejo. Dari jalan beraspal kamu harus melanjutkan perjalanan melewati jalan makadam di tengah kampung dan ladang warga. Jika kamu sudah menjumpai resort di tengah ladang, itu berarti kamu sudah sampai di Gua Jomblang.

Harga Tiket
Sebetulnya tidak ada tiket khusus yang harus kamu bayarkan saat hendak caving di Jomblang. Jika kamu dan komunitasmu memiliki perlengkapan sendiri, kamu bisa masuk gua ini tanpa membayar tiket. Yang perlu kamu lakukan hanyalah ijin kepada Kepala Dukuh (Pak Brewok). Namun jika kamu memakai jasa operator, maka kamu wajib membayar jasa pemandu serta peralatan. Masing-masing operator memiliki tarif tersendiri yang berkisar antara Rp 450.000 – Rp 1.000.000 per orang tergantung fasilitas yang kamu dapatkan. Salah satu tour operator yang menyediakan paket wisata caving di Jomblang adalah Maioloo Tour.

Waktu Terbaik Mengunjungi Gua Jomblang
Untuk mendapatkan cahaya surga yang sempurna, kamu harus memulai caving pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Ray of light akan muncul sekitar pukul 10.00 – 12.00 WIB. Semakin siang cahayanya akan semakin menyebar dan bentuknya semakin buyar. Cahaya ini muncul setiap hari asalkan cuaca cerah dan matahari tidak tertutup awan mendung. Untuk alasan keamanan, pastikan kamu sudah meninggalkan Jomblang sebelum gelap tiba.

Tips Caving di Gua Jomblang
Caving merupakan aktivitas outdoor yang beresiko, terlebih jika caving di gua vertikal seperti Gua Jomblang. Karena itu sebelum melakukan caving di Jomblang ada baiknya kamu tahu tips-tips berikut ini supaya cavingmu lebih aman dan menyenangkan.
  • Jika kamu menggunakan jasa tour operator, pilihlah operator yang berpengalaman dan terpercaya dengan instruktur yang terlatih. Jangan tergiur harga murah namun keselamatan tidak terjamin.
  • Pastikan juga operator memiliki peralatan yang sesuai standar caving di gua vertikal. Sekarang, kami telah membuka jasa paket wisata untuk menelusuri Gua Jomblang dan Gua Grubug ini. Silahkan kunjungi Maioloo Tour untuk memilih beberapa paket wisata yang telah kami disain agar kamu bahagia.
  • Sebelum caving pastikan kamu sudah sarapan dan kondisi tubuh dalam keadaan prima, sebab aktivitas ini akan menguras banyak energi.
  • Pakaian terbaik untuk caving adalah coverall atau pakaian khusus caving yang menutup seluruh tubuh. Namun jika kamu tidak memilikinya, pakailah kaos yang nyaman dan celana berbahan parasut. Celana jeans akan memberatkan sekaligus menyulitkan pergerakanmu saat naik turun tali. Untuk meminimalisir luka gores atau benturan sangat disarankan mengenakan celana panjang.
  • Demi keamanan, gunakan sepatu boot sebagai alas kaki. Hindari penggunaan sandal. Jika tidak ada boot karet, kamu bisa memakai sepatu olahraga.
  • Bawalah drybag untuk mengamankan kameramu dari rintik air yang berasal dari atap gua. Alternatif lain adalah membawa kanebo atau kain untuk membersihkan kamera yang terciprat lumpur dan percikan air.
  • Caving pada musim penghujan bukanlah waktu yang tepat sebab lantai gua akan sangat berlumpur dan menyulitkan pergerakan. Jika tidak berhati-hati kamu bisa terpeleset. Selain itu meski di atas tidak hujan, di dasar gua suasananya seperti gerimis. Sebab air tanah terus menerus menetes dari atap gua.
  • Caving adalah aktivitas yang cukup beresiko, apalagi caving gua vertikal. Patuhilah setiap peraturan atau nasihat-nasihat yang disampaikan oleh instruktur untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.
Penulis: Kidung Arunika
Diberdayakan oleh Blogger.