Header Ads

Pesona Keindahan Alam Cukang Taneuh, Yang Merupakan Green Canyonnya Indonesia

Air sungai Cijulang berwarna bening kehijau-hijauan akan kita jumpai di Green Canyon pada musim kemarau. Dari Dermaga Ciseureuh Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, kabupaten Ciamis atau sekitar 27 kilometer dari Pangandaran, petualangan menyusuri sungai Cijulang menuju Cukan Taneuh atau lebih dikenal dengan Green Canyon pun dimulai.

Wisata Alam di Ciamis - Sepanjang 3 kilometer perjalanan menyusuri Sungai Cijulang. Disisi kiri dan kanan sungai dapat kita nikmati aktivitas masyarakat setempat. Setelah melewati jembatan yang menghubungkan Desa Kertayasa dengan Desa Batukaras, pemandangan alam yang benar-benar eksotik masih alami baru dapat kita nikmati.

Sekelompok ikan balanak (sunda) dapat kita lihat sedang berjemur di bebatuan atau berburu ikan. Atraksi burung Paksi Hurang berwarna biru kemerah-merahan yang tengah terjun dari dahan pohon ke dalam air dan kembali muncul dengan seekor ikan diparuhnya, juga dapat kita nikmati setiap pagi hari menjelang siang.

Selama ini wisatawan yang datang ke Cukang Taneuh atau Green Canyon untuk berperahu menysuri Sungai Cijulan dan menikmati air dingiinya air yang keluar langsung dari mata air Pancuran Mas Cukang Taneuh. Sambil berenang atau menunggu, juga menikmati bebatuan stalaktit dan stalagmit yang sesekali berkilau karena terkena pantulan sinar matahari.

Padahal ketika pertama kali tahun 1989, Bill John, salah seorang turis asal Amerika atau dua wisatawan Prancis Frank dan Astrid (1990) mengunjuni Cukang Taneuh dengan berperahu dayung. Kekaguman sudah dirasakan sejak dari Dermaga Ciseureuh. Bill John maupun Frank dan Astrid mengagumi pesona luar biasa sepanjang sungai Cijulang hingga Cukang Taneuh. Berupa perpaduan antara sungai, lembah hijau serta dinding sungai berupa lapisan batu gamping di hutan lindung (kawasan lindung) dengan flora dan faunanya serta bebatuan menonjol stalagtit dan stalagmit.

Keindahan berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi dibandingkan ketiganya dengan Green Canal, Colorado, Amerika.

Sesuai dengan nama Cukang Taneuh yang diberikan masyarakat setempat, fenomena alam yang dapat dinikmati adalah jembatan tanahnya, [Cukang adalah jembatan dan Taneuh = tanah] diantara air yang jatuh dari langit-langit membentuk tirai. Dalam gua yang dihiasi bebatuan stalagtit dan stalagmit antara tebing disambungkan dengan jembatan (tanah).

Masih dalam gua, pemandanagan paling menakjubkan sebenarnya dapat dinikmati adalah sejak hendak masuk Cukang Taneuh. Diawali dengan air terjun Palatar (awal atau depan), semakin masuk ke dalam menjulang tebing yang hijau, dibeberapa bagian terdapat stalagtit dan stalagmit, serta felief-relief dinding tebing yang terbentuk secara alami selama ratusan tahun.

Saat menikmati pemandangan di dalam Cukang Taneuh ini, pandangan kita terhalan tirai air yang menciptakan musik alami dengan suara gemericik tiada henti. Kucuran air Cukang Taneuh sebagai hujan abadi, karena meskipun musim kemarau, air yang keluar dari langit-langit tebing tidak pernah surut.

Lebih masuk ke dalam Cukang Taneuh, kita tidak bisa melanjutkan perjalan dengan perahu karena terhalang bebatuan stinggi 1,5 meter dan dasar sungai yang dangkal. padalah dibalik bebatuan tersebut terhampar air yang bila musim kemarau akan berwarna bening kebiru-biruan dan pada musim hujan akan kehijau-hijauan. Diantara gelegak air yang keluar dari mata air inilah wisatawan menghabiskan waktu untuk berenang, apalagi kalau sampai di pemandian putri.

Fenomena alam nan eksotik Cukang Taneuh dapat kita nikmati hanya dengan mengeluarkan uang Rp. 75.000,- per perahu untuk dinaiki 5 orang. memang terasa sangat mahal, tetapi bila dihitung Rp 15.000,- per orang ongkos perahu motor tempel yang siap mengantar disarakan sangat murah. Apalagi jika mengetahui jarak yang hendak kita tempuh tidak kurang dari tiga kilometer dengan waktu tempuh lima belas menit bila menggunakan perahu motor dan 2 jam menggunakan perahu dayung.

Jasa penyewaan perahu buka setiap hari dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB dan khusus untuk hari jum'at dimulai pada pukul 13.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Untuk sampai ke obyek wisata Cukang Taneuh atau Green Canyon yang saat ini merupakan primadona kedua setelah Pangandaran, bila tidak membawa kendaraan pribadi dapat menggunakan kendaraan sewaan atau angkutan umum jurusan Pangandaran - Cijulang yang relatif murah dan terjangkau.

Saat ini muncul ungkapan, belum berkunjung ke Pangandaran kalau belum merasakan air Cukang Taneuh. Maka kunjungilah Cukang Taneuh dan nikmati fenomena alam yang tiada duanya di dunia ini.

Penulis: Hasan Muthi
Diberdayakan oleh Blogger.