Header Ads

Inilah 10 Desa Wisata Terbaik di Indonesia Yang Wajib Untuk Dikunjungi

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memilih 10 Desa Wisata Terbaik yang berhasil mengelola potensi pariwisata untuk majukan perekonomian warga.

Desa Wisata - Menurut Mendes PDTT Eko Sandjojo, pemberian anugerah bagi sepuluh desa wisata terbaik ini, dilaksanakan untuk mendukung visi pemerintah dalam memajukan daerah melalui pariwisata karena sektor tersebut dinilai cepat dan mudah dikembangkan.

Kesepuluh desa yang terpilih mewakili masing-masing satu kategori, yaitu:

1. Kategori Perkembangan Tercepat: Desa Sungai Nyalo, Painan
Terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, desa adat berbentuk nagari ini dikenal sebagai Kawasan Mandeh Painan. Kawasan pesisir pantai ini miliki pantai dan bukit yang menjadi andalan. Selain Bukit Mandeh yang menawarkan pemandangan batu-batu berbentuk pulau, ada pula Pantai Carocok yang terkenal dengan Pulau Cubadak yang masih sangat asri. Meski belum begitu dikenal di dalam negeri, turis asing banyak yang berwisata ke kawasan yang dijuluki "Paradise of the South" ini.

2. Kategori Desa Adat Terbaik: Desa Madobak, Mentawai
Selain potensi laut, Kepulauan Mentawai dikenal dengan tiga desa tradisional yang masih memegang adat, salah satunya adalah Desa Madobak. Desa yang terletak di Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai, Sumatra Barat ini, miliki budaya tato yang diyakini sebagai budaya tato tertua di dunia. Keseriusan pemerintah setempat untuk melestarikan keunikan budaya lokal, membuat desa yang terletak di hulu sungai Siberut Selatan ini terpilih sebagai Desa Adat Terbaik.

3. Kategori Jejaring Bisnis: Desa Taman Sari, Banyuwangi
Berada di kawasan Gunung Ijen di Kecamatan Licin yang populer dengan wisata alamnya, Desa Taman Sari yang diapit Kampung  Penambang, Kampung Bunga dan Kampung Susu ini diresmikan sebagai desa wisata pada pertengahan 2016. Selain kawah gunung di Ijen, integrasi keunikan budaya di tiga kampung di Taman Sari, membuat wisatawan tertarik untuk mampir dan melihat keunikan budaya masyarakat Osing. Osing merupakan suku asli di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pentas musik kelas dunia pun diselenggarakan di sini, Ijen Summer Festival merupakan salah satunya.

4. Kategori Agro: Desa Pujon Kidul, Malang
Perpaduan gunung dan sawah tak pernah gagal manjakan mata. Ditambah kopi hangat menggugah rasa, kegiatan menikmati alam menjadi begitu istimewa. Hal inilah yang ditawarkan oleh Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang populer dengan air terjun Coban Sumber Pitu. Dinaungi Rumah Kampung Lestari, kegiatan argobisnis yang dilakukan warga menjadi daya tarik tersendiri. Ada dusun pengolah susu sapi, budidaya tanaman obat keluarga, hingga perkebunan seperti markisa, apel dan jambu.

5. Kategori IPTEK: Desa Seigentung, Gunungkidul
Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di DI Yogyakarta yang berkembang karena potensi wisatanya. Berada di dataran tinggi yang terbentuk atas muntahan gunungapi, Gunungkidul menyimpan beragam ilmu pengetahuan. Oleh pemerintah setempat, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) bahkan dijadikan unggulan yang mampu tingkatkan perekonomian warganya.

6. Kategori Budaya: Desa Ubud, Gianyar
Kemasyuran Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, telah merambah dunia, akibat buku "Eat, Pray, Love" karangan Elizabeth Gilbert. Juga film adaptasi buku tersebut, yang dibintangi Julia Roberts. Buku dan film ini secara utuh mampu gambarkan keindahan budaya Ubud, beserta keunikan masyarakatnya. Ubud telah menjadi alasan bagi pelancong dalam dan luar negeri, untuk datang ke Indonesia.

7. Kategori Alam: Desa Waturaka, Ende
Desa Waturaka, Kecamatan Kalimutu, Kabupaten Ende, NTT terletak tak jauh dari kawasan terkenal Danau Kelimutu. Selain pemandangan cantik, desa ini mengusung konsep wisata yang sangat unik, yaitu melibatkan wisatawan dalam kegiatan sehari-hari. Wisatawan yang berkunjung akan tinggal di rumah penduduk, lalu melakukan kegiatan sebagaimana keseharaian warga. Jadi jangan heran,  jika tiba di sana melihat bule yang mencangkul di ladang, mengangkat batu untuk bangunan rumah, maupun mengajar Bahasa Inggris di sekolah.

8. Kategori Pemberdayaan Masyarakat: Desa Ponggok, Klaten
Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, bisa jadi merupakan lokasi wisata paling populer se-Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tempat berbentuk kolam alami ini, dikenal sebagai tempat belajar bagi para penyelam pemula. Yang menarik adalah, adanya beragam instalasi bawah air yang sangat seru untuk pecinta foto. Salah satu dampak dari adanya Umbul Ponggok, warga desa di sekitar lokasi wisata pun ikut merasakan manfaat. Desa ini mampu hasilkan Rp 6,5 milyar dalam setahun!

9. Kategori Kreatif: Desa Teluk Meranti, Pelalawan, Riau
Terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau, Desa Teluk Meranti menjadi salah satu desa yang dikenal peselancar dunia. Meski tidak memiliki ombak sebaik di Kepulauan Nias, ombak bono telah dijajal peselancar dunia. Sebab di isnilah satu-satunya tempat dimana wisatawan dapat berselancar di sungai, bukan laut. Ombak bono merupakan gelombang air yang terletak di muara Sungai Kampar, Pelalawan, Riau. Kreativitas pengelola wisata setempat mampu promosikan potensi tersebut secara kreatif.

10. Kategori Maritim: Desa Bontagula, Bontang
Menjadi wilayah industri tak membuat Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur menjadi tak menarik untuk dikunjungi. Posisi Bontang yang diapit laut, membuat bibir pantainya sangat indah. Salah satu keindahan maritim terbaik yang dapat dikunjungi di Bontang adalah Desa Bontagula. Dengan menjadikan keindahan laut dan aktivitas warga pesisir pantai sebagai atraksi utama, desa ini diganjar penghargaan.

Penulis: Adriani Zulivan
Diberdayakan oleh Blogger.