Header Ads

Inilah 3 Rekomendasi Lokasi Objek Bersejarah di Kota Pisang Yang Wajib dikunjungi Diakhir Pekan

Kota pisang sedikit terdengar asing di telinga wisatawan domestik atau mancanegara. Tapi, kalau Lampung, pasti sudah banyak yang tahu, kan?

Travellink - Indonesia, Ya Provinsi Lampung ternyata juga memiliki beberapa situs sejarah dan objek wisata sejarah yang menarik untuk ditelisik.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut rekomendasi 3 objek wisata sejarah unggulan di kawasan berjuluk Kota Pisang ini:

Taman Purbakala Pugung Raharjo
Situs arkeologi Pugung Raharjo merupakan peninggalan jaman hindu-buddha. Anda bisa menemukan punden berundak, arca, prasasti, batu-batu prasejarah seperti kandang batu, batu altar, dolmen atau meja batu yang digunakan sebagai tempat pemujaan, dan yang paling menarik yaitu Castle Ditch sepanjang 1.2 km yang dibangun pada masa primitif.

Selain dapat melihat peninggalan-peninggalan prasejarah, di taman ini juga wisatawan dapat menikmati pemandangan kebun karet yang luas, kolam yang sejuk, menurut keyakinan penduduk setempat akan membuat siapapun yang mandi di situ akan awet muda. Benda-benda prasejarah yang ada di taman ini berasal dari warisan budaya hindu-buddha, Dinasti Han, Sung, dan Ming, serta sebuah patung Polynesia yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 hingga abad ke-15.

Situs Megalitikum Batu Brak
Tidak hanya untuk wisata sejarah dan menambah wawasan para pengunjungnya, situs yang berada di antara dua wilayah kecamatan Kebun Tebu dan Gedung Surian ini juga dapat digunakan sebagai tempat penelitian arkeologi. Ada banyak warisan peninggalan zaman batu besar di kawasan ini. Menhir, dolmen, dan arca yang memiliki fungsi berbeda dapat Anda pelajari di sini.

Terdapat 40 buah batu tegak yang dulunya berfungsi sebagai pengikat hewan yang dikurbankan untuk upacara pada masa animisme, sebanyak 38 dolmen atau meja yang berfungsi sebagai tempat meletakkan persembahan pada upacara keagamaan masih di masa animisme. Batu datar tiga buah yang masih dalam proses penelitian namun memiliki fungsi yang sama dengan dolmen. Terakhir batu umpak yang masih belum diketahui fungsinya.

Kawasan Megalitikum dan Prasasti Batu Bedil
Dengan adanya kawasan situs megalitikum ini, penduduk lokal Lampung dan wisatawan dalam maupun luar negeri dapat membuktikan keberadaan penduduk di wilayah ini sudah ada sejak jaman kerajaan Sriwijaya, dengan adanya situs peninggalan ini juga kita dapat mengetahui etnis Lampung yang ternyata juga bias berbahasa Jawa karena adanya asimilasi yang terjadi.

Belajar dan menambah wawasan juga dapat dilakukan sambil berwisata, carilah objek-objek wisata sejarah lainnya yang tersebar di wilayah Indonesia. Selain dua hal itu, Anda juga dapat berpartisipasi dalam melestarikan dan mempelajari sejarah bangsa sendiri.

Penulis: Annisa Aprillia
Diberdayakan oleh Blogger.