Header Ads

Asal Usul Nama Pulau Weh - Sabang, Provinsi Aceh

Nama Pulau Weh atau Sabang memang sudah dikenal luas. Tapi sedikit yang tahu soal asal mula namanya. Weh artinya kaget!

Asal Usul - DetikTravel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Sabang pekan lalu atas undangan dari Kementerian Pariwisata. Menjelajahi alam Sabang rasanya kurang lengkap kalau tak tahu asal mula nama pulau ini.

Selidik punya selidik, nama Weh tercipta dari Ummi Sarah Rubiah. Ia merupakan istri dari seorang wali yang menyebarkan agama islam di Sabang, Tengku Chik Di Iboih.

Bagaimana ceritanya?
"Pulau Weh atau Sabang ini dulunya satu pulau tidak terpisah seperti ini, kemudian datanglah wali Tengku dan Ummi Rubiah," cerita Aan, salah seorang pemandu.

Ummi Sarah Rubiah adalah seorang Turki. Sedangkan Wali Tengku berasal dari Palestina.

"Pada saat itu Ummi Rubiah menginginkan trenggiling, wali Tengku yang berasal dari Palestina tidak mengenal binatang-binatang hutan seperti trenggiling," ungkap Aan.

Karena ketidaktahuan wali Tengku, maka ia pun menangkap seekor hewan yang dikiranya trenggiling. Tanpa berprasangka buruk, wali Tengku pun menunjukkan hewan yang dikira trenggiling tersebut.

"Begitu dikasih nampak ke Ummi Rubiah ternyata itu bukan trenggiling tapi celeng (babi hutan). Terkejutlah Ummi Rubiah sambil berkata 'weh' yang artinya putus," jelas Aan.

Semenjak saat itu Pulau Weh menjadi terbagi-bagi atau putus. Salah satunya adalah Pulau Rubiah yang jadi makam Ummi Sarah Rubiah.

"Ummi Rubiah dan wali Tengku berpisah karena itu, tapi buka bercerai. Hanya terpisah pulau," ujar Aan.

"Ada yang bilang kalau Ummi Rubiah suka pelihara anjing dan akhirnya dibuang ke Pulau Rubiah. Tapi itu tidak benar, mereka hanya berpisah karena keterkejutan ummi dengan celeng yang dibawa suaminya," tutur Aan.

Penulis: Bona
Diberdayakan oleh Blogger.