Header Ads

Objek Keindahan Pantai Kuala Idi Cut di Kabupaten Aceh Timur, Yang Terabaikan

Pantai Kuala Idi Cut Kabupaten Aceh Timur yang terletak disepanjang pesisir timur dan berbatasan langsung dengan laut selat Malaka, memiliki panorama yang indah dan menarik. Hamparan pasir putih sepanjang pantai diantara rerimbunan pohon-pohon cemara membuat pantai yang berada dipedalaman Aceh Timur itu teduh dan asri dipandang mata.

Wisata Pantai - Tepian pantai menjorok kelaut itu juga dipenuhi dengan taburan kulit kerang, siput dan insect habitat laut lainnya yang telah mati. Dimana sisa-sisa dari kulit habitat laut tersebut terus memancarkan kemilauan cahaya pantulan saat disinari matahari hari.

Bahkan semak-semak pandan berduri yang tumbuh hampir sepanjang pinggiran pantai Idi Cut yang berbatasan langsung dengan empang (tambak-red) warga menjadi pelengkap untuk menjadikan pantai Idi Cut yang dikenal dengan Kuala Idi itu menarik untuk dikunjungi dan dinikmati.

Semua keindahan yang memukau di sepanjang pantai Idi Cut tersebut merupakan anugrah tak ternilai dari sang pencipta bagi alam. Terutama bagi masyarakat Idi Cut khususnya dan Aceh Timur umumnya, dimana hamparan pantai yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka itu selain asri juga menjadi asset bagi nelayan setempat untuk mengais rejeki demi menghidupi keluarga.

Keindahan alam pantai Idi Cut yang luar biasa itu, merupakan kebanggaan masyarakat Aceh Timur serta pemerintah setempat. Karena anugrah tersebut juga asset yang sangat berharga bagi masyarakat disana untuk sarana mata pencaharian demi memenuhi tuntutan keluarga (nelayan-red).

Dibalik itu semua, sebenarnya keindahan yang terpampang disepanjang pantai Idi Cut itu juga memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk menghidupi masyarakat disana. Juga dapat menjadi asset untuk meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Aceh Timur itu sendiri dengan menjadikan pantai Idi Cut sebagai sarana wisata.

Namun sayangnya, pantai Idi Cut yang membentang luas sepanjang pesisir Aceh Timur itu selama ini terabaikan begitu saja. Tanpa ada terobosan dari pemerintah setempat untuk merubah kawasan pesisir itu sebagai pusat wisata baik local maupun asing di Aceh Timur.

Padahal dengan potensi itu, pemerintah dapat membangun dan mensejahterakan masyarakatnya lewat penyediaan pelayanan jasa bagi wisatawan yang berkunjung kepantai tersebut. “Seharusnya pemerintah Aceh Timur dapat mengambil kebijakan untuk menghidupi kembali pantai Idi Cut sebagai kawasan wisata,” sebut Muhammad salah seorang tokoh muda di Idi Cut, Aceh Timur.

Informasi yang diterima dari warga setempat menyebutkan, bahwa kawasan pantai Idi Cut tersebut jauh sebelumnya sebelum konflik berkecamuk di Aceh, pernah menjadi pusat wisata bagi wisatawan local. Namun sejak konflik karena kondisi tidak kondusif, perlahan pantai Idi Cut tersebut berubah drastic hingga akhirnya tutup total serta tidak dibuka lagi untuk umum oleh masyarakat setempat.

“Masyarakat tidak mengizinkan lagi pantai Idi Cut ini untuk kawasan wisata karena menilai bahwa selama menjadi kawasan wisata, banyak perbuatan maksiat dilakukan dipantai itu oleh pengunjung. Karenanya untuk menghindari murka Allah, maka warga terpaksa menutup kawasan pantai itu sebagai lokasi wisata. Apalagi Aceh sedang bergerak menegakkan syariat islam, maka atas dasar itu juga masyarakat menutup lokasi tersebut,” ungkap Muhammad lagi.

Setidaknya, pemerintah selaku pihak pengambil kebijakan dapat mencari solusi bagaimana asset yang dapat mendongkrak PAD itu difungsikan kembali. Karena selain menguntungkan pemerintah, juga sangat menguntungkan bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Tentunya, solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melahirkan produk qanun khusus yang mengatur tata pengelolaan pantai Idi Cut sebagai kawasan wisata. Juga membentuk tim khusus pengawalan atau pengelola kawasan wisata demi menjaga terjadinya pelanggaran syariat.

Kita bertanya, mungkinkah pemerintah dapat mengupayakan hal itu dan menjadikan pantai Idi Cut, Aceh Timur yang memiliki potensi kawasan wisata yang terabaikan selama ini dapat kembali berfungsi. Karena dengan hidupnya kawasan wisata itu maka pemerintah, masyarakat juga daerah sangat diuntungkan.

Penulis: Bahtiar Husin
Diberdayakan oleh Blogger.