Header Ads

Menjelajahi Wisata Sejarah - Jejak Kolonial Belanda Di Benteng Pendem & Karang Bolong, Cilacap

Semua pasti pernah belajar tentang sejarah penjajahan Belanda. Namun tidak semua sudah melihat bagaimana bangunan-bangunan era kompeni ini menginvansi daratan Indonesia.

Wisata Sejarah - Banyak sekali peninggalan bangunan Belanda, yang pada masa kini sebenarnya cukup eksotis untuk dijadikan obyek wisata sejarah.

Beberapa diantaranya berada di Kab. Cilacap. Benteng Pendem dan Benteng Karang Bolong. Dua bangunan sejarah yang dulunya digunakan sebagai lini pertahanan kolonial untuk mempertahankan daratan jajahanya.

Benteng Pendem Teluk Penyu Cilacap
Ruang Barak yang masih kokoh berdiri sepenggal jejak sejarah era penjajahan.

Benteng Pendem berlokasi di Pantai Teluk Penyu. Jaraknya kurang lebih 1 Km dari pintu masuk Pantai Teluk Penyu. Bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi, berjalan kaki, ataupun menyewa becak.

Kalau memilih berjalan kaki dapat ditempuh kurang lebih 20 menit dari pintu masuk utama. Benteng jaman peninggalan era penjajahan Belanda ini, menurut sejarah sudah berdiri dari tahun 1861 sebagai basis pertahanan tentara kompeni di pesisir Kab. Cilacap.

Jika berencana untuk berwisata ke Cilacap benteng pendem bisa menjadi pilihan. Selain lokasinya yang persis didepan teluk penyu, harga tiket masuk ke Benteng Kompeni ini juga sangat terjangkau hanya Rp 5000.

Area Benteng Pendem Cukup luas, dengan fasilitas yang sangat lengkap pada masa jayanya dulu. Ruang Barak, Klinik, Kantor, dan Penjara sampai hari ini masi bisa kita jumpai di Benteng Kolonial ini.

Kondisi dari setiap bangunan tampak masih kokoh dengan susuan bata merah yang masih terlihat rapi. Namun karena sudah tua dan dimakan usia jadi terlihat kusam dengan lumut dan tanaman menjalar yang mulai menjajah bangunan-bangunan di Benteng Pendem.

Tata air yang baik di area benteng kecanggihan teknologi belanda pada masanya.
Satu hal yang membuat saya kagum, di zamanya para arsitek Kompeni sudah memikirkan tata air dari bangunan. Terlihat bagaimana saluran-saluran air dibangun dan dirancang untuk kebutuhan bangunan ini.

Agak kecewa dengan adanya bangunan-bangunan yang tidak penting didalam Benteng Pendem. Seperti patung Dinosaurus yang saya yakin sekali bukan peninggalan zaman penjajahan tetapi baru dibangun kemudian dengan tujuan yang saya juga bingung untuk menjelaskannya.

Benteng Karang Bolong Nusa Kambangan
Benteng Karang Bolong berlokasi di Pulau Nusakambangan. Benteng ini dapat dicapai dengan menggunakan perahu nelayan dari Pantai Teluk Penyu. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Pantai Karang Bolong kurang lebih hanya 10-15 menit dengan biaya tidak lebih dari RP 25.000 (bisa murah kalau jago nawar).

Dari pantai Karang Bolong kita berjalan kaki kurang lebih 5 menit untuk mencapai area benteng. Dari sini baru mulai berkeliling area benteng. Biaya tiket masuk sepertinya tidak ada, tetapi ada pemuda setempat yang biasanya meminta Rp 5000/orang untuk biaya Tour Guide.

Benteng Karang Bolong mengingatkan saya pada film Tomb Rider. Bangunan Benteng yang telah ditutupi tanaman merambat dan akar-akar pohon. Belum lagi kalau kita masuk ke Bangunan Benteng yang berlokasi di Bukit / titik paling tinggi, aroma lembab masih sangat terasa.

Secara umum bangunan benteng masih terlihat kokoh. Bahkan bentuk asli benteng masih bisa terlihat jelas dan kita bisa menerka-nerka fungsi dari masing-masing ruangan. Bahkan sisa-sia meriam pun masih ada terbujur kaku di sekitaran Benteng Karang Bolong.

Sensasi layaknya Harrison Ford dalam film Indiana Jones bisa didapat di Benteng ini. Untuk foto-foto juga bagus dengan latar belakang benteng tua bersejarah.

Beberapa Tips Mengunjungi Benteng Karang Bolong
Lokasi benteng yang berada di Pulau Nusa Kambangan dan sepenuhnya akan ditempuh dengan berjalan kaki. Jadi lebih baik untuk membawa air secukupnya. Memang penjual air juga ada tetapi kita harus berjalan ke Pantai Karang Pandan.

Bawa makanan secukupnya, di Pulau Nusa Kambangan tidak ada penjual makanan berat hanya ada penjual makanan ringan. Sangat dianjurkan untuk makan dulu sebelum ke Traking ke Pulau Nusa Kambangan.

Penulis: Stogz
Diberdayakan oleh Blogger.