Header Ads

Menikmati Alam Danau Toba Dari Rumah Pohon di Simarjarunjung

Perlu titik yang pas untuk menikmati pesona Danau Toba. Terkadang sudut pandang tersebut itu harus diciptakan manusia demi memandang kreasi Tuhan yang sangat menawan.

Rumah Pohon Bukit Indah SimarjarunjungPotensi Wisata - Salah satu titik itu adalah Rumah Pohon yang terletak di Bukit Indah Simarjarunjung, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dari atas rumah pohon ini, pemandangan hamparan Danau Toba, Pulau Samosir, Desa Tiga Ras, Bukit Barisan nan hijau dan beberapa pulau di pinggiran danau vulkanis terbesar di dunia itu benar-benar menjadi sihir penenang hati dan pikiran.

Sungguh nyaman rasanya. Belum lagi jika sore hari, hamparan sunset di langit menjadi keindahan tersendiri yang luar biasa menawan.

Seperti di Kalibiru, Yogyakarta, rumah pohon di Simarjarunjung juga jadi ajang para pengunjung untuk berselfie ria. Kalau di Yogyakarta rumah pohon berlatar Waduk Sermo, di Simarjarunjung jelas lebih eksotis lagi karena hamparannya adalah Danau Toba.

Tapi saat menikmati panorama Danau Toba dari atas rumah pohon, pengunjung harus ekstra hati-hati kalau tidak mau jatuh dari ketinggian 5-7 meter. Belum lagi 2 dari 4 rumah pohon berada di lereng bukit.

Memang ada pengaman berupa tali yang mengikatkan pengunjung dengan pokok pohon pinus tersebut. Tapi di setiap pohon hanya terdapat satu tali. Jika yang naik lebih dari satu orang, maka yang lain tidak memakai pengaman.

Namun, sepengamatan batakgaul, satu pengaman itu pun jarang digunakan. Itu makanya ada pelang yang dipaku di pohon bertuliskan, “Hati-hati. Jatuh Tanggung Sendiri.”

Lalu berapa tarif naik rumah pohon ini?

Untuk menikmati rumah pohon ini, pengunjung harus merogoh kocek Rp 5.000/orang untuk durasi 5 menit.

Tak hanya rumah pohon, pengelola juga menyediakan flying fox bagi pengunjung yang ingin menguji adrenalin. Meski cuma berjarak 100 meter, flying fox ini cukup untuk membuat penggunanya menjerit histeris.

Tarif flying fox ini Rp 30 ribu/orang sekali meluncur. Namun untuk dua orang, dapat potongan harga dengan hanya bayar Rp 50 ribu.

Bagi yang suka camping, pengunjung juga boleh mendirikan tenda di lokasi ini. Biayanya cukup Rp 30 ribu/tenda. Meski begitu, pihak pengelola tidak menyediakan tenda di sini.

“Tapi kita tidak menyediakan atau menyewakan tenda,” ujar Sinaga, penjaga rumah pohon.

Selain tarif, ada juga biaya parkir bagi yang membawa kendaraan ke lokasi. Dari pelang yang ada di gerbang masuk itu tertulis biaya masuk roda 4 sebesar Rp 10.000,-, sedangkan roda 6 sebesar Rp 20.000,-.

Lalu bagaimana akses ke lokasi?

Butuh waktu 2 jam perjalanan dari kota Balige untuk sampai ke lokasi ini. Sementara jika ditempuh dari Kota Parapat hanya butuh 1 jam. Beda lagi jika pengunjung datang dari Pematang Siantar, yang membutuhkan waktu sekira 1,5 jam melalui Simpang Raya atau dari Sidamanik.

Sedangkan dari Kabanjahe, pengunjung butuh waktu 2 jam. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan kondisi jalan menuju lokasi ini. Sebab dari semua penjuru, insfraktruktur jalan sudah cukup maksimal alias memadai, meski memang belum ada transportasi umum yang melayani rute ini.

Tetapi dari simpang desa menuju lokasi ini, pengunjung disuguhi jalan sedikit licin dengan tanah liat, namun hanya itu hanya sekira 200 meter saja.

Jika kalian datang dengan mengendarai sepeda motor, jangan lupa memakai jaket tebal. Sebab suhu udara di sepanjang jalan sangat dingin karena hamparan hutan pinus.

Sementara bagi pengunjung yang menumpang transportasi umum, rumah pohon hanya bisa diakses dari Sidamanik dan Simpang Raya, Simalungun, dengan naik angkot mengarah ke Simpang Simarjarunjung.

Kalian bisa turun di Desa Parik, untuk kemudian berjalan kaki sejauh 200 ratus meter menuju lokasi. Namun bagi kalian dari arah Kabanjahe, hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi.

Lalu, apa kata penunjung rumah pohon?

Devi, seorang pengunjung asal Siantar mengaku sangat puas atas sajian wisata rumah pohon tersebut. Menurutnya, tarif yang dipatok pengelola tidak terlalu menguras kantong.

“Benar-benar puaslah Bang, harga tarifnya juga nggak terlalu mahal. Sudah cocok lah. Nggak nyesal datang ke sini,” ujar Devi kepada batakgaul, Jumat (24/2).

Beberapa fasilitas memang juga cukup memadai di lokasi ini. Seperti lokasi parkir, toilet dan warung yang menyediakan jajanan dan minuman.

Jika ingin berlama-lama di sini, jangan lupa bawa bekal. Sebab tidak ada kafe atau restoran di lokasi ini. Tapi ingat, jangan juga buang sampah sembarangan ya…

Penulis: Bataknesia
Diberdayakan oleh Blogger.