Header Ads

Inilah Negara - Negara Yang Mempromosikan Paket Wisata Khusus Bagi Para Penikmat Ganja

Di negara kita Indonesia dan hampir di seluruh penjuru dunia, ganja adalah termasuk salah satu jenis narkotika yang dilarang. Segala bentuk kepemilikan, penggunaan, produksi, atau transaksi yang melibatkan ganja akan berurusan dengan hukum.

Wisata Unik - Selain munculnya tren jual beli ganja online, tahukah Anda bahwa di beberapa negara, ganja atau yang biasa disebut cannabis atau marijuana, boleh diperjualbelikan secara bebas? Di beberapa negara, ganja bahkan dijadikan sebagai salah satu komoditi untuk menarik wisatawan. Para pecandu ganja di berbagai belahan dunia secara rutin mengunjungi negara-negara ini untuk memuaskan hasrat mereka.

Berikut daftar - daftar negara tujuan wisata bagi anda penggemar ganja:

Belanda
Belanda mungkin adalah negara paling terkenal sebagai tujuan wisata para pecandu ganja. Akan tetapi, berbeda dengan apa yang dibayangkan banyak orang, di negara ini ganja tidak sepenuhnya barang legal. Hukum di Belanda yang mengatur tentang ganja memang agak aneh dan unik. Walaupun ganja secara teknis adalah barang ilegal, namun kafe-kafe boleh menjualnya asalkan tidak lebih dari 500g.

Selain itu karena menanam ganja juga dilarang, para pemilik kafe harus membeli ganja secara ilegal. Jika mereka kedapatan membawa ganja di luar kafe, mereka akan ditangkap. Namun jika ganja itu ditemukan di dalam kafe, polisi tidak boleh melakukan penangkapan.

Uruguay
Uruguay adalah satu diantara sedikit negara yang tidak melarang kepemilikan ganja. Pemerintah Uruguay dibawah kepemimpinan Presiden Jose Mujica baru-baru ini juga membuat sebuah undang-undang yang mengatur tentang regulasi produksi dan transaksi ganja. Undang-undang yang dibuat pada Desember 2013 dan baru diimplementasikan pada tahun 2015 ini mengatur bahwa pembeli ganja harus diatas 18 tahun dan mempunyai KTP Uruguay. Sejak undang-undang ini diberlakukan, pariwisata Uruguay mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jamaica
Jamaica adalah sebuah negara yang mempunyai budaya pemakaian ganja yang sudah mengakar kuat. Didukung oleh gerakan Rastafarian, meskipun secara hukum pemakaian ganja dilarang, namun pada kenyataannya seseorang tidak akan ditangkap polisi apabila kedapatan menghisap ganja, kecuali kalau memiliki ganja dalam jumlah besar.

Di negara ini, kepemilikan dan transaksi ganja dalam jumlah besar memang dilarang. Namun apabila hanya untuk pemakaian pribadi masih diperbolehkan. Hal ini membuat Jamaica terkenal sebagai salah satu tempat wisata tujuan para pecandu ganja.

Kamboja
Sama seperti di negara Jamaica, Kamboja juga sebenarnya melarang pemakaian ganja. Namun karena tradisi masyarakat Khmer yang sudah terlalu mengakar kuat, akhirnya pemerintah Kamboja tidak lagi melarang pemakaian ganja. Para wisatawan pecandu ganja senang mengunjungi Kamboja karena selain bebas menghisap ganja, mereka juga bisa mengkonsumsi ganja yang dimasak dan disajikan dalam bentuk sayuran dan pizza di restoran-restoran.


Korea Utara
Kalau di negara Korea Utara, ganja tidak dianggap sebagai narkotika sehingga pemakaian dan peredaran ganja sama sekali tidak dilarang, sama seperti peredaran rokok di negara-negara lain. Jadi di negara ini semua orang boleh menanam, menjual, memasak, dan menghisap ganja sebanyak apapun.

Sayangnya Korea Utara termasuk salah satu negara yang tertutup dan kurang ramah terhadap wisatawan. Di negara ini semua urusan dikontrol ketat oleh negara, termasuk urusan wisata. Semua wisatawan harus mengikuti tour guide yang diselenggarakan oleh pemerintah, turis juga tidak boleh sembarangan mengambil foto dan berinteraksi dengan masyarakat lokal. Hal inilah yang menyebabkan kunjungan wisata ke Korea Utara sangatlah sedikit. Tercatat hanya sekitar 1.500 orang wisatawan dari Eropa yang mengunjungi negara ini per tahun.

Penulis: MakBro
Diberdayakan oleh Blogger.