Header Ads

Ini Tempat - Tempat Wisata Religi di Kota Medan Yang Wajib Disinggahi

Medan mempunyai tempat wisata religi yang sangat menarik hingga Anda tak hanya beribadah, namun sekaligus menikmati keindahan dengan penuh rasa syukur.

Tempat wisata religi di medan
Berbagai tempat-tempat wisata di Medan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap wisatawan yang mampir ke kota ini. Medan adalah ibu kota Sumatera Utara yang sering dikenal dengan berbagai suku, misalnya suku Batak. Jika ingin melihat Medan secara keseluruhan, maka yang kita bisa lihat adalah berbagai pesona alam yang begitu indah dari cahaya yang terpancar dari Danau Toba sampai dengan banyaknya pepohonan yang terdapat di bukit lawang. Semua itu menjadi salah satu objek wisata yang sangat populer di kota Medan.

Medan merupakan kota yang menjadi tempat tinggal berbagai suku dan agama yang berbeda-beda. Jika anda mempunyai hobi untuk mengunjungi berbagai tempat keagamaan, mungkin tempat-tempat ini bisa menjadi solusi untuk anda yang mempunyai kegemaran mengunjungi tempat-tempat bersejarah bagi keagamaan.

Tidak heran jika ibu kota Sumatera Utara ini menjadi kota tempat wisata religi yang wajib anda kunjungi.

Kuil Shri Mariamman Medan
Medan merupakan kota sejarah. Julukan itu mungkin memang sangat cocok untuk kota ini apalagi jika anda ingin berwisata di tempat-tempat religinya. Salah satu tempat yang tidak boleh sampai anda lewatkan yaitu Kuil Shri Mariamman. Kuil yang terdapat bersebelahan dengan sun plaza ini. Kuil ini sama dengan kuil-kuil Hindu yang terdapat di India. Pada bagian depan pada kuil ini, dihiasi dengan menara bertingkat, yang biasanya dapat dijumpai pada kuil-kuil hindu lainnya. Hingga pada saat ini, kuil Shri Mariamman masih aktif dan biasa dipakai pada masyarakat beragama Hindu pada saat bersembahyang. Selain untuk tempat bersembahyang, kuil Shri Mariamman juga biasanya menjadi objek wisata religi di kota Medan.

Walaupun mungkin kuil ini gak terlalu luas, tetapi hiasan serta bentuknya dapat menarik para wisatawan dari mancanegara untuk dapat melihat keunikan kuil ini. Di dalam kuil ini juga mempunyai patung-patung dewa seperti Dewa Wisnu, Dewa Syiwa, serta Dewa Brahma. Kuil ini merupakan kuil yang pertama dibangun pada masyarakat keturunan India di Medan, atas saran dari Rengga Sani Naiger. Kuil ini telah dua kali mengalami perbaikan, hingga kini Kuil Shri Mariamman menjadi bangunan kuno serta sangat menawan.

Jika anda sedang berkunjung ke Medan, sempatkanlah waktu anda untuk dapat melihat Kuil Shri Mariamman di Jalan Teuku Umar No.18, Medan, Sumatera Utara 20151. Selain tiket masuknya gratis, kuil ini juga menawarkan berbagai wisata religi yang sangat menawan, serta mengandung nilai pendidikan untuk anda dan keluarga.

Wisata Religi Maha Vihara Maitreya Medan
Bila sedang berkunjung ke Medan, jangan lupa juga untuk berkunjung ke Maha Vihara Maitreya. Vihara ini merupakan salah satu vihara terbesar yang terdapat di Indonesia. Kawasannya yang sangat indah, terdapat kolam ikan koi, serta taman burung yang dapat membuat siapa pun akan betah berlama-lama di sini.

Maha Vihara Maitreya mempunyai lahan seluas 4,5 hektare. Vihara ini dibuat kurang lebih pada tahun 1991, berlokasi di dalam kompleks Perumahan Cemara Asri, di Jalan Cemara Boulevard Utara No. 8, Medan.

Jika anda masuk ke bagian dalam vihara ini, Anda dapat melihat bangunan sederhana yang menghiasinya. Suasana yang sangat tenang dan juga sunyi terasa di sana, menambah khidmat peribadayan.

Bagi anda yang senang dengan binatang, di vihara ini juga terdapat kolam ikan koi serta taman burung. Ikan koi yang sudah besar-besar berenang dengan sangat lincahnya di kolam ini, pada sisi sebelah kiri Vihara. Di taman burung dekat vihara ini, Anda dapat melihat puluhan bahkan hingga ratusan burung sedang sibuk untuk mencari tempat beristirahat.

Maha Vihara Maitreya terdapat 3 gedung utama. Yaitu di gedung 1, terdapat Baktisala Umum yakni merupakan tempat bagi pemujaan Buddha Sakyamuni, Bodhisatva Avolokitesvara, serta Bodhisatva Satyakalama. Untuk daya tampung ruangan ini pun cukup besar, sekitar 1.500 orang.

Di gedung 2 terdapat area Baktisala Maitreya dengan daya tampung sekitar 2.500 orang serta terdapat pula Baktisala Patriat Suci. Dilantai ini juga terdapat aula serbaguna yang dapat dipakai pada saat ruang makan khusus untuk resepsi.

Dan yang terakhir di gedung tiga terdapat balai pertemuan dengan daya tampung sekitar 2.000 orang. Tiap gedung pada vihara ini mempunyai kesamaan yaitu memiliki wisma. Gedung 1, wismanya terdapat ruang perkantoran, ruang rapat, studio rekaman, serta dapur umum. Di bagian luar vihara ini, Anda dapat melihat genta kebahagiaan yang setinggi 3,3 meter serta berat 7 ton yang diukir-ukir dengan kalimat Dharma Hati Maitreya.

Wisata Religi Masjid Raya Medan
Masjid Raya Medan atau biasa juga dibilang dengan Masjid Raya Al Mashun adalah masjid yang terdapat di kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Masjid Raya Medan dibangun kurang lebih selama 3 tahun, yakni dimulai tanggal 21 Agustus 1906 sampai dengan pada tanggal 10 September 1908 sekaligus dipakai sebagai tempat shalat Jum’at untuk pertama kalinya di masjid ini.

Sultan Maimun yaitu al Rasyid Perkasa Alamsyah IX memang membuat Masjid Raya Medan ini dengan begitu sangat mewah daripada kemewahan istananya sendiri, yakni Istana Maimun.

Masjid yang berbentuk segi delapan serta sayap di 4 arah mata angin ini mempunyai suatu gaya pembuatan khas Timur Tengah, India serta Spanyol. Masjid Raya Al Mashun Medan ini adalah suatu bukti sejarah peninggalan suku Melayu dari tangan Kesultanan Deli, kota Medan.

Masjid ini merupakan yang paling megah serta menakjubkan dan sangat dikagumi oleh banyak orang sebab bentuk bangunannya berbeda dengan masjid-masjid pada biasanya. Datanglah ke Jalan Sisingamangaraja, Medan Kota, Medan, Sumatera Utara 20212.

Di bagian dalam masjid ini, mempunyai delapan pilar yaitu dengan berdiameter 0,60 m, membuat tegaknya kubah utama pada bagian tengahnya. Sedangkan empat kubah yang lainnya berada di bagian atas keempat serambi tersebut. Selain itu terdapat juga dua menara pada samping kiri serta kanan bagian belakang Masjid al Mahsun tersebut.

Wisata Religi Masjid Al-Osmani Medan
Masjid Al Osmani adalah salah satu masjid termegah yang merupakan peninggalan kerajaan deli juga. Masjid ini adalah masjid tertua yang terdapat di kota Medan. Masjid ini juga merupakan masjid terbesar selain Masjid Raya Al Mashun yang menjadi suatu ciri khas dari kota Medan ini.

Bangunan Masjid Al-Osmani ini terdapat di JL. Kol Yos Sudarso, Km. 19, 5, Labuhan, Medan Belawan 20252, sudah terlihat pada pinggir Jalan dengan ciri khasnya tersendiri. Warna catnya kuning terang dan kubah hitam serta corak hijau pada pinggir dinding sebagai bentuk arsitektur, dengan melihatnya pasti Anda sudah tahu bangunan tersebut adalah masjid yang telah dibuat oleh Sultan Deli pada saat kerajaan masih berpusat di Medan Belawan.

Masjid ini adalah suatu monumen Kerajaan Deli yang telah dibuat oleh Sultan Osmani yang pada saat itu masih berkuasa, dimulai dari tahun 1854 hingga 1858 Masehi. Oleh sebab itu, masjid ini lalu disebut Masjid Al Osmani, karena disesuaikan dengan nama pendirinya yaitu Sultan Osmani.

Wisata Rohani Graha Maria Annai Velangkani Medan
Bangunan ini merupakan bangunan yang sangat kuno di kota Medan yang biasanya dipakai sebagai tempat beribadah bagi seluruh umat katolik, sekaligus merupakan objek wisata religi yaitu Gereja Grha Maria Annai Velangkani atau biasanya disebut Gereja Velangkani. Gereja ini terdapat di Jl. Sakura III No. 7-10, Perumahan Taman Sakura Indah, Tanjung Selamat, Sumatera Utara. Teleponnya 061- 8201943.

Dilihat secara sekilas, bangunan gereja ini tidak seperti gereja pada umumnya, justru bangunan gereja ini mirip dengan kuil yang terdapat di India. Mengapa begitu? Sebab pendiri gereja ini memang terinspirasi dari sebuah kuil di India. Orang yang telah membuat gereja ini yakni Pastor James Bharataputra. Bukan hanya dari luarnya saja yang nampak seperti kuil di India, tetapi di dalamnya juga mempunyai berbagai relief-relief serta patung yang sangat mirip dengan patung yang terdapat di kuil India.

Gereja Grha Maria Annai Velangkani ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Selain orang lokal yang sering kemari para wisatawan yang hanya lewat pun ingin mampir hanya untuk melihat bentuk bangunan tersebut serta interior gerejanya. Lokasinya pun sangat strategis, sehingga anda dapat dengan mudah mencari transportasi untuk bisa gereja tersebut.  Para wisatawan juga bisa mengambil beberapa foto di bagian manapun, tak terkecuali di tempat sembahyang. Untuk membangun gereja ini dana yang dihabiskan kurang lebih mencapai empat miliar rupiah.

Tetapi dana tersebut bukan merupakan dari Pastor James sendiri, melainkan dana tersebut berasal dari para jemaat yang menyumbang serta ada juga dari beberapa negara, termasuk Singapura dan juga India.

Bangunan ini terdapat dua tingkat, tingkat pertama merupakan aula, serta tempat untuk beribadah, dan di tingkat kedua, merupakan tempat yang terdapat patung Annai Velangkanni dan putranya, yang merupakan diambil langsung dari India. Uniknya di sini, tersedia juga komplek graha untuk yang ingin menginap bagi para pengunjung yang rumahnya cukup jauh. Dan penginapan ini juga gratis. Ada  suatu tempat di dekat gereja yang memang dikhususkan untuk bermain anak-anak. Area parkirannya juga luas serta bersih, sehingga anda dapat merasa nyaman ditempat ini. Pada saat anda memasuki kawasan gereja ini, suasana tenang pun akan langsung anda rasakan, maka dari itu anda bisa berdoa dengan hikmat.

Tidak hanya sampai di situ, sebuah keajaiban pun terjadi saat beberapa hari setelah gereja itu dibangun. Tepat pada saat itu di bawah telapak kaki Bunda Maria, muncullah sebuah mata air. Air ini dapat dipercaya pada masyarakat setempat bisa menyembuhkan penyakit. Jika anda penasaran dan ingin merasakan sensasi ketenangan, segeralah mampir ke Gereja Velangkani dan anda dapat mencobanya sendiri.

Wisata Rohani Medan: Gereja Immanuel
Keindahan dan kemegahan yang tidak boleh sampai anda lewatkan pada saat ingin mengunjungi bangunan-bangunan rumah ibadah maupun wisata religi yaitu Gereja Protestan Indonesia di Bagian Barat Immanuel yang terdapat di jalan diponegoro, Medan.

Gereja itu bisa dibilang cukup unik sebab masih mempunyai lonceng yang sedari dulu telah ada yaitu sekitar kurang lebih pada tahun 1921, lonceng tersebut ada pada tahun 1922. Pada lonceng raksasa tersebut terdapat tahun pembuatan serta kota pembuatan, yaitu pada sekitar tahun 1922 di Den Haag, Belanda.

Pesona pada gereja ini sering dilambangkan dengan putih keramik yang mewarnai dinding pada gedung yang kokoh tersebut. Bangunan ini sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi kemegahannya dapat Anda rasakan dari setiap arsitektur gedung. Dengan sebuah menara yang berbentuk kubah serta jam dinding pada setiap sisinya menambah suatu kekayaan pada arsitektur yang bernuansa Belanda kuno ini.

Pintu yang berwarna coklat tua ini juga menjadi ciri khas bangunan di Belanda. Kubah menara gereja inilah yang dapat membedakan Gereja Immanuel dengan gereja-gereja lain yang terdapat di kota Medan. Kubah tersebut sangat mendominasi dengan peninggalan-peninggalan Belanda, pada setiap jam dinding yang terdapat pada masing-masing sisi gereja tampak tidak berfungsi lagi.

Gedung gereja ini tampak kokoh dengan dilihat dari arsitektur atap yang terbuat dari bahan kayu yang tersusun sangat rapi membentuk sebuah atap tetapi tidak seperti atap rumah ataupun atap bangunan pada biasanya. Namun itulah keunikan tersendiri dari gedung gereja tua yang beralamat di Jalan Diponegoro, Medan ini.

Saat anda masuk gereja dengan berjalan di karpet merah anda akan dapat melihat desain interior bernuansa alamiah serta membuat ketenangan perasaan anda pada saat di dalam gedung yang didominasi dengan kayu ini.

Penulis: Anthony
Diberdayakan oleh Blogger.