Header Ads

Pesona Keindahan Kuala Paret di Kabupaten Aceh Tamiang Yang Terabaikan

Beberapa waktu terakhir ini, Kuala Paret memang ramai diperbincangkan di dunia maya. Foto-fotonya bertebaran di media sosial. Banyak orang yang tak menduga, kalau di Aceh Tamiang ada lokasi wisata seindah ini. Bahkan, penduduk di sekitar Tamiang Hulu pun banyak yang belum tahu. Buktinya, saat saya menanyakan kepada penduduk setempat. Sebagian mereka hanya pernah mendengar namanya, namun  tidak tahu secara pasti di mana lokasi wisata ini.


Dari namanya memang rasanya kurang menarik. Tapi jangan terkecoh. Tempat ini justru menyuguhkan pesona alam yang menawan. Kuala paret adalah sebuah cekungan seungai yang dialiri air yang deras dan cantik. Salah satu daya tarik objek wisata ini airnya yang berwarna agak kehijuan dan jernih. Indah sekali. Apalagi kalau kita melihatnya dari puncak bukit. Tampak aliran air yang jernih itu seperti kalung mutiara yang dibiarkan begitu saja. Meliuk-liuk di antara perkebunan sawit.

Kuala paret letaknya di Desa Kaloi, Tamiang Hulu. Lokasinya masih berada di kawasan perkebunan PT. Ampli. Jalan menuju kemari memang butuh perjuangan. Karena jaraknya yang sangat jauh dari pusat kota kuala simpang, yaitu sekitar tiga jam perjalanan. Jika kita sudah sampai ke Pulau Tiga, bawalah bekal yang cukup. Sebab setelahnya sulit sekali menemukan warung. Apalagi kalau sudah masuk kawasan perkebunan sawit. Tempat ini nyaris sepi.

Setelah masuk desa Kaloi, perjuangan semakin menantang. Karena di sini, kondisi jalannya berbatu dengan lebar hanya sekitar dua meter. Bagi jiwa petualang hal seperti ini tentu sangat menantang. Apalagi kondisi jalannya naik turun perbukitan yang rasanya tak habis-habis. Namun di sinilah menariknya, karena saat kita sampai di puncak bukit, kita bisa melihat hutan serta areal perkebunan yang sangat luas.

Namun hati-hati, karena banyak sekali persimpangan di sepanjang perjalanan. Ada baiknya, kita bertanya dulu kepada orang-orang yang sudah tahu. Atau pun ikutilah rombongan lain yang hendak ke Kuala Paret. Saya sendiri saat itu, sampai tersesat dua kali 😀 gara-gara salah mengambil jalan. Setelah menempuh perjalanan yang penuh liku tersebut, akhirnya kita akan sampai di Kuala Paret.

Dari atas, suara deru air Kuala Paret yang deras terdengar. Karena Posisinya berada di bawah tebing. Maka kita harus menuruni tebing sambil memegangi akar-akar pohon. Benar-benar sebuah petualangan. Oh ya, untuk masuk kemari kita hanya perlu membayar Rp. 5000 untuk biaya parkir. Harga yang pantas untuk tempat semenarik ini.

Di Kuala Paret kita bisa melihat batu-batu besar yang terbelah menjadi aliran sungai. Di celah-celah batu itulah air sungai yang berwarna cantik tersebut mengalir deras. Namun hati-hati, jangan coba-coba untuk mandi di aliran tersebut karena sangat berbahaya. Arusnya yang sangat deras bisa berakibat fatal.

Tapi tak usah khawatir, kita masih bisa mandi di tepiannya dengan arus yang tak terlalu deras. Air di sini sangat sejuk dan segar. Saya sendiri berulang kali meneguk air sungai ini 😀 karena kehausan akibat tak membawa bekal yang cukup.

Tempat ini memang belum ramai dikunjungi orang. Mungkin karena tempatnya yang sangat jauh dan jalannya yang sangat menantang. Suasana alam di sini sangat alami. Tebing-tebing yang tinggi memagari aliran sungai ini, sementara di sisi seberangnya adalah rimbunan hutan yang masih alami.

Udara di sini  juga sangat sejuk. Benar-benar lokasi wisata yang tepat bagi siapapun yang ingin relaksasi. Ya, berkunjunglah ke Aceh Tamiang. Jelajahi jalannya yang menantang, dan nikmati pesona deras dan cantiknya aliran sungai di pedalaman Tamiang Hulu ini.

Penulis: Ibnu Syahri Ramadhan
Diberdayakan oleh Blogger.